Mengenal Gejala Penuaan

Mendengar kata penuaan, yang sering terbayang adalah kondisi kulit yang mulai kendur dan keriput. Padahal, arti penuaan yang tepat adalah menurunnya fungsi-fungsi pada organ tubuh. Seiring dengan bertambahnya usia, proses penuaan pun terus terjadi, namun kita seringkali tidak menyadarinya.

Fase penuaan dalam hidup manusia sebenarnya dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase subklinis (yang terjadi saat manusia berusia 25-35 tahun), fase transisi (usia 35-45), dan fase klinis (di atas 45 tahun). Pada fase subklinis, tubuh manusia sebenarnya sudah mengalami proses penuaan, tapi tidak disadari karena tidak ada gejala.

Sementara itu, pada fase transisi, gejala penuaan mulai terlihat. Pada fase tersebut, hormon tubuh akan mengalami penurunan hingga 25 %, gula darah mulai meningkat, massa otot menjadi lebih kecil, dan mulai timbul gangguan jantung serta kegemukan.

Ketika seseorang memasuki fase klinis, berbagai tanda penuaan semakin berlanjut. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain yaitu terjadinya gangguan penyerapan nutrisi dan mineral, menurunnya kepadatan tulang, mulai timbul gejala penyakit kronis, serta menurunnya fungsi seksual. Pada fase itu, biasanya orang tersebut sudah mulai merasa tua, terlebih ketika anak-anaknya sudah menikah dan punya cucu.

Setiap manusia memang tidak ada yang bisa lolos dari proses penuaan, namun penuaan bisa dicegah atau dihambat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan antioksidan yang dapat menangkis radikal bebas dan mencegah kerusakan sel atau jaringan tubuh.

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki antioksidan alami yang terdapat di seluruh sel dalam jaringan tubuh, misalnya Super Oxide Dismutase (SOD), Catalase, Gluthatione Peroxidase, dan sebagainya. Antioksidan alami inilah yang secara langsung akan berhadapan dengan radikal bebas.

Namun, semakin tua usia seseorang, maka jumlah antioksidan alami yang diproduksi tubuh mulai menurun, padahal jumlah radikal bebas terus meningkat, antara lain karena paparan polusi dan bahan pengawet yang terdapat dalam makanan. Oleh sebab itu, dibutuhkan konsumsi antioksidan tambahan, baik dari makanan, minuman maupun suplemen.

Kita memerlukan suplemen antioksidan jika kita memang tidak dapat makan sayur atau buah segar setiap hari, makan lemak lebih banyak, merokok, minum alkohol, melakukan aktivitas fisik yang berat, mempunyai beban psikis, dan berada di lingkungan yang terpolusi berat.

Cara lainnya untuk memperlambat proses penuaan adalah dengan melakukan detoksifikasi (menetralkan racun di dalam tubuh), diet (mengurangi asupan lemak), latihan fisik, mengurangi stres, dan harmonisasi hormon.

sumber : http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1146

0 Responses to “Mengenal Gejala Penuaan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,470 hits

%d bloggers like this: