Berpuasa Kurangi Dampak ‘Chemotherapy’ Kanker

KapanLagi.com – Melakukan puasa beberapa hari dapat melindungi pasien dari sejumlah efek samping chemotherapy kanker yang berbahaya dan tak menyenangkan, demikian dikatakan oleh sejumlah ahli, Sabtu.

Para peneliti mengatakan mereka telah memberikan kepada hewan percobaan tikus dosis tinggi chemotherapy setelah sebagian dibiarkan berpuasa dan sebagian lagi diberi makan.

Kelompok tikus yang berpuasa dapat bertahan hidup sementara yang diberi makan didapatkan mati, demikian mereka melaporkan hasil penelitiannya ke National Academy of Sciences.

Para peneliti menekankan bahwa jangan melakukan hal itu dulu karena harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Namun dikatakan hasil temuan tersebut setidaknya membuka jalan bagi penggunaan chemotherapy secara lebih efektif membunuh sel tumor sementara tetap mempertahankan sel yang sehat.

“Para dokter yang mengobati pasiennya mengatakan apabila hal tersebut berhasil maka cara itu akan dianjurkan kepada para pasiennya,” kata Viktor Longo dari Universitas California selatan.

“Para pasien semuanya mengatakan mereka merasa sangat tidak nyaman setelah menjalani chemotherapy dan mereka mengalami penurunan berat badan yang drastis karena rasa mual dan tidak enak yang diakibatkan setelah menjalani pengobatan itu.”

Kini Longo mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan uji klinis terhadap manusia. Namun Longo dan rekan-rekannya terlebih dahulu menguji tes ragi, dan setelah itu baru tes pada sel manusia di cawan laboratorium. Mereka menemukan sel manusia yang sehat yang lapar akan zat makanan dapat bertahan dari kondisi setelah chemotherapi namun sel kanker tidak.

“Secara teori hal itu membuka peluang baru bagi perawatan dan penanganan yang akan membolehkan pemberian dosis chemo yang lebih tinggi.”

“Cara itu merupakan satu pendekatan pengobatan yang baru yang pantas untuk dilakukan keberhasilan uji klinisnya,” kata peneliti kanker Pinhas Cohen dari Universitas California, Los Angeles yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Hibernasi

Longo dan rekan-rekannya mengatakan hewan percobaan tikus yang diberi makanan kalori rendah dapat hidup lebih lama, karena sel tubuh mereka dapat menolak stres lebih baik.

Mereka juga menemukan bahwa sel-sel yang memasuki tahapan hibernasi (tidur sementara), sementara sel kanker membuat tumor karena mereka ,mengalami perubahan pertumbuhan yang diluar kendali.

Longo merasa heran apabila reaksi dari sel yang kelaparan tersebut dapat merupakan solusi untuk membedakan sel tubuh yang sehat dengan sel kanker.

Seorang ahli kanker mengatakan berpuasa beberapa hari lamanya tak akan membahayakan pasien kanker. “Hal itu dapat diterapkan pada hampir sebagian besar pasien,” kata Dr. David Quinn dari Universitas California selatan.” (*/bun)

1 Response to “Berpuasa Kurangi Dampak ‘Chemotherapy’ Kanker”


  1. 1 Istrining Rohana April 29, 2008 at 4:06 am

    Apakah kemothrapy yang dilakukan setiap minggu (sampai saat ini sudah berlangsung 6,5 bulan ) tidak menimbulkan kekebalan /menguatnya sel kanker???? Perlu saya jelaskan ayah saya menderita kanker hati/ hepetoma. Sudah menjalani chemo sekian kali tapi saya masih belum merasa ada perbaikan, pernah mengecil uk kira2 5X5 cm USG terakhir menjadi 9X9. Bagaimana ini??? apakah yang harus kami perbuat???? menyerahkan bulat-bulat pada dokter sekarang atau ada teraphy yang lebih baik???? Mohon penjelasan,,

    Terima kasih atas informasinya,
    Wass,……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,470 hits

%d bloggers like this: