Germline Stem Cells – Regenerasi Sel Telur: Ilmu Baru dari Paradigma Lama

Doktrin utama dalam biologi reproduksi pada mamalia betina adalah bahwa mereka lahir dengan dibekali oleh sel telur dalam jumlah tertentu yang akan matang satu persatu seiring dengan perkembangannya yang kemudian dikenal dengan fenomena menstruasi.

Secara umum, sel telur (oocyte) pada wanita akan terus berkurang melalui mekanisme apoptosis, setelah individu tersebut dilahirkan oleh induknya [1]. Pada manusia, cadangan oocytes akan menipis dan diperkirakan akan habis dalam kurun waktu ± 5 dekade, yaitu saat memasuki masa menopause [2].

Pada tahun 1921, Pearl dan Schoppe mengusulkan doktrin dasar biologi reproduksi yang menyebutkan bahwa mamalia betina tidak akan menghasilkan sel telur baru setelah dia dilahirkan oleh induknya [3]. Konsep ini diterapkan sebagai dogma sentral pada tahun 1951 [4]. Dogma ini telah dipercaya dan dianut lebih dari 50 tahun, bahkan di Indonesia masih sangat kental dipelajari dogma dasar ini pada fakultas-fakultas kedokteran yang ada. Dogma ini juga masih sangat luas dianut oleh para dokter spesialis kebidanan.

Ilmu Baru dari Paradigma Lama

Hasil penelitian terbaru dari tim yang dipimpin oleh Professor Jonathan L. Tilly dari Harvard Medical School, Boston, memberikan bukti baru yang cukup mencengangkan, yang mungkin akan meruntuhkan keilmuan yang selama ini kita pelajari, saya pelajari, dan kita telah percaya berpuluh-puluh tahun.

Professor Tilly membuktikan dengan gamblang menggunakan tikus-tikus betina dari 3 jenis yang berbeda (C57BL/6 nude mice, CD1 dan AKR/J), bahwa pada tikus-tikus betina dewasa masih dapat dihasilkan sel-sel telur baru (yang diamati dengan munculnya germline stem cells atau GSCs dalam populasi sel-sel telur lama dimana GSCs ini merupakan cikal-bakal terbentuknya cadangan folikel). Tim ini mendapatkan bahwa GSCs akan kembali diproduksi dan menghasilkan ± 77 oocytes primordial baru per hari di dalam ovarium tikus tersebut, bahkan setelah tikus-tikus tersebut diterapi oleh Busulfan, yang secara spesifik menghancurkan GSCs.

Penemuan ini, walaupun masih sangat kontroversial, menimbulkan banyak ide baru khususnya dalam bidang ilmu keganasan. Seperti kita ketahui bahwa hal yang paling ditakutkan dalam pemberian kemo- dan/atau radioterapi pada wanita usia produktif adalah turut rusaknya cadangan sel telur yang dapat menyebabkan sterilitas (kemandulan). Dengan bukti-bukti baru ini, penelitian selanjutnya akan dirangsang untuk mengefektifkan GSCs dalam memproduksi sel-sel telur baru secara aktif pada pasien paska pemberian kemo-radioterapi.

Pro dan kontra terus membayangi hasil penemuan kontroversial ini. Salah satu pertanyaan yang masih tersisa adalah “Bila memang ternyata tubuh dapat membentuk sel-sel telur baru setelah proses kelahiran, mengapa masih ada proses menopause pada wanita?” Mereka yang pro berspekulasi bahwa meskipun wanita memiliki cadangan sel telur, akan tetapi kesehatan reproduksinya akan menurun pada usia 30-an dan ini akan sangat mempengaruhi GSCs sebagai mesin pencetak sel-sel telur tadi. Hal ini juga disertai dengan akan banyaknya defek atau kerusakan pada sel-sel telur yang sudah matang seiring dengan bertambahnya usia reproduktif tadi.

Masih banyak hal yang harus dibuktikan dari penemuan tersebut, bukan tidak mungkin paradigma lama tentang sel telur ini akan runtuh dan memaksa kita membuat text book baru. Satu hal yang menarik adalah bahwa ‘tidak ada ilmu pasti yang pasti’.

Daftar Pustaka:

1. Tilly JL. Commuting the death sentence: how oocyte strive to survive. Nature Rev Mol Cell Biol 2001; 2: 838-48.
2. Richardson SJ, et al. Follicular depletion during the menopausal transition: evidence for accelerated loss and ultimate exhaustion. J Clin Endocrinol Metab 1987; 65: 1231-7.
3. Pearl S, et al. Studies on the physiology of reproduction in the domestic fowl. J Exp Zool 1921; 34: 101-18.
4. Zuckerman S. The number of oocytes in the mature ovary. Recent Prog Horm Res 1951; 6: 63-108.

Leri S. Faried, MD., Department of Gynecology and Reproductive Medicine,
Graduate School of Medicine, Gunma University, Japan
Email:
leri [at] med.gunma-u.ac.jp

0 Responses to “Germline Stem Cells – Regenerasi Sel Telur: Ilmu Baru dari Paradigma Lama”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,183 hits

%d bloggers like this: