Sekilas Tentang Orgasme

Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai tulisan jorok, horor apalagi kampanye seks bebas. Tulisan ini saya dedikasikan kepada banyak perempuan yang mungkin belum mengerti bahwa melakukan hubungan seks harus merupakan sesuatu yang dinikmati tubuh, bukan sebuah keterpaksaan dan harus didasari sikap tanggung jawab yaitu hanya berhubungan seks dengan pasangan yang sah. Tulisan ini juga saya persembahkan kepada kaum Adam yang mungkin selama ini menganggap bahwa perempuan hanyalah objek yang boleh diperlakukan seenaknya, terutama dalam urusan seks,dengan tanpa memperhatikan kebutuhannya sebagai manusia.

Jangan heran jika di zaman secanggih ini dengan ribuan informasi berseliweran setiap hari ternyata masih ada banyak perempuan yang bersedia menerima begitu saja persetubuhan terjadi dan usai tanpa pelepasan dipihaknya. Padahal apa nikmatnya seks tanpa orgasme?

Mengapa perempuan lebih sulit untuk orgasme dibanding laki-laki? Buku Becoming Orgasmic karya David Darma menyatakan perempuan lebih banyak dibelenggu mitos-mitos kultural, adat, komunal (masyarakat) dan karena ketidak mengertian akan instrumen-instrumen genital yang dimilikinya hingga perempuan banyak yang tak mengerti bagaimana memainkan instrumen itu untuk menghasilkan musik yang merdu berupa orgasme.

Semakin tua usia seseorang, kebutuhan untuk orgasme makin mengecil dibarengi dengan beban kerja yang makin bertumpuk. Seks kemudian hanya jadi prosesi rutin yang makin hari makin membosankan. Hingga jasa prostitusi kemudian menjamur dan pada akhirnya berbagai problem dan penyakit mulai menemani. Padahal seks adalah keindahan yang diciptakan Tuhan dengan tujuan utama untuk menghasilkan generasi pelanjut spesies manusia. Seks juga sesuatu yang semestinya makin mendekatkan seseorang dengan orang yang dicintainya karena bersatunya tubuh, lengkap dengan berbagai produksi cairannya.

Orgasme yang terhambat karena berbagai sebab terbukti berpotensi menimbulkan berbagai masalah dan penyakit. Masalah yang kerap dapat ditangkap secara kasat mata adalah rasa bosan yang timbul kepada ritual seks dengan pasangan, emosi yang meluap untuk hal-hal yang sangat sepele hingga stress berat karena merasa hanya jadi alat eksploitasi.

Orgasme memiliki fungsi penting dalam kesehatan kita. Alfred Kinsey, seorang psikolog, pada tahun 1950an telah melakukan penelitian terhadap kehidupan seksual wanita dan pria pada saat itu. Kinsey menemukan bahwa seks terbukti mampu mengurangi stress. Hasil penelitian itu juga menemukan bahwa frekuensi seks yang teratur yang dijalani seseorang mampu meredam agresifitas dan tindak kekerasan yang umum terjadi pada orang yang kehidupan seks nya tidak menyenangkan.

Orang yang mengalami kepuasan secara seksual terbukti mampu meredam kemarahan dan membantu keseimbangan jiwanya. Frekuensi yang teratur dalam berhubungan seks yang disertai orgasme juga mampu memperkecil tingkat kematian baik pada pria maupun wanita. Khusus bagi wanita, seks yang menyenangkan mampu menghindarkannya dari resiko penyakit jantung.

Prof. Dudley Chapman, seorang gynecologist, meyakini hasil studi yang dilakukan para psikolog dari Univ. Wilkes yang menyebutkan orgasme membantu tubuh memerangi segala macam infeksi. Pasangan yang secara aktif melakukan hubungan seks cenderung lebih menikmati kehidupan dengan resiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang kurang aktif nge-seks.

Studi lain di Melbourne yang respondennya terdiri dari pria usia 20-50 tahun menyebutkan frekuensi ejakulasi yang teratur pada pria mengurangi resiko kanker prostat, selain mampu mencegah rasa sakit waktu buang air kecil.

Jika ejakulasi dan orgasme memiliki peran sedemikian penting dalam membantu kesehatan, harus juga dipahami bahwa salah satu dari kenikmatan dunia itu sengaja diciptakanNya agar tubuh memperoleh hak nya untuk terlepas dari stress berkepanjangan yang dijalani setiap hari.

Terlepas dari ada atau tidaknya bukti ilmiah tentang pentingnya orgasme, sadarilah bahwa tubuh Anda memerlukan waktu untuk bersantai dan relaks melalui hubungan seks yang aman dan bertanggung jawab, begitu juga pasangan Anda. Maka jadikan ritual seks adalah bagian dari ibadah Anda kepada Sang Pemberi Hidup yang telah mengaruniakan keindahan dan kenikmatan itu dengan tetap mengucap syukur seberapapun kenikmatan sedang membelai Anda.

Rahmah Hasjim, Jakarta, Akhir Desember 2007.

Sumber: berbagai sumber

1 Response to “Sekilas Tentang Orgasme”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,470 hits

%d bloggers like this: