Penyakit Kawasaki

Bukan…bukan…ini tidak terkait dengan penyakit yang menimpa pengendara motor buatan Jepang, dan oleh karenanya tidak dikenal juga penyakit Honda atau Toyota. Penyakit Kawasaki di sini maksudnya adalah suatu penyakit serius yang umumnya menimpa anak bawah lima tahun (balita). Walaupun kejadiannya relatif jarang, tetapi pengenalan dini mutlak diperlukan karena penyakit ini meninggalkan komplikasi jangka panjang pada pembuluh darah koroner si anak sehingga kemungkinan terkena serangan jantung dapat terjadi selanjutnya ketika anak masih berusia dewasa muda. Dan saat ‘bangkitan’ penyakit ini di Indonesia ditenggarai sekitar bulan pancaroba yang tak menentu seperti sekarang, jadi jangan sekedar mengetahui demam berdarah sebagai penyakit langganan musim penghujan, khususnya Anda yang memiliki anak balita.

Penyakit Kawasaki awalnya ditemukan pertama pada tahun 1972 oleh seorang dokter Jepang yaitu Tomisaku Kawasaki saat beliau belajar di New York. Ketika beliau pulang ke negaranya, ternyata penyakit ini jauh lebih banyak dijumpai pada anak-anak Jepang dibandingkan anak-anak bule. Di Indonesia sendiri penyakit Kawasaki pertama kali ditemukan pada tahun 1982. Secara umum angka kejadian setiap tahunnya adalah 70 dari 100.000 balita, dimana kejadian tertinggi adalah balita Jepang yaitu 112 per 100.000, sedangkan balita USA hanya 19 per 100.000. Jadi Kawasaki bukanlah penyakit yang lazim dijumpai seperti demam berdarah. Di Indonesia sendiri walaupun belum ada penelitian jumlah penderitanya, tetapi diketahui bahwa umumnya penyakit ini lebih sering ditemukan pada balita keturunan Tionghoa.

Karakteristik Penyakit Kawasaki adalah penyakit akut yang diperantarai system imun tubuh, menyerang umumnya anak balita (<5 tahun) dengan puncak serangan pada usia sekitar 1 tahun. Penyakit ini merupakan kerusakan sistemik (menyeluruh dan luas) dari dinding pembuluh darah kecil-sedang (vaskulitis).Penyebab pasti belum diketahui, namun diyakini bahwa virus tertentu bertanggung jawab akan terjadinya penyakit ini.

Gejala berupa demam mendadak hilang timbul dengan suhu badan bisa mencapai 41 ‘C dan bertahan hingga 2 mingguan, diikuti bercak-bercak merah pada kulit yang luas (seperti campak atau kaligata-alergi kulit) serta selaput lendir mata dan tenggorok (mata merah, perih, silau, tenggorok sakit). Selain itu dapat dijumpai pembuluh getah bening leher yang membengkak satu sisi dan relatif besar.

Pada tahap lanjut yang tampak berupa terkelupasnya kulit di ujung-ujung tangan atau kaki seperti luka baker. Namun semua gejala di atas sebenarnya walaupun tampak berat dapat hilang sendiri dalam waktu beberapa bulan. Nah yang jadi masalah adalah perusakan pembuluh darah koroner jantung masih tetap berlangsung walaupun secara umum si anak tampak sembuh sempurna. Akibatnya pembuluh koroner akan mulai tersumbat sedikit-sedikit dan serangan jantung dapat terjadi saat anak menginjak remaja-dewasa muda, padahal serangan jantung seringnya terjadi pada usia dewasa lanjut. Oleh karena itu, tujuan utama deteksi dini serta pengobatan anak dengan Kawasaki adalah menghentikan proses pengrusakan koroner.

Anak dengan demam tinggi lebih dari 5 hari disertai bercak-bercak pada kulit, pembesaran kelenjar di leher, mata merah, tenggorok dan lidah merah, bibir pecah-pecah, bengkak atau pengelupasan kulit pada tangan/kaki perlu segera dicurigai akan Kawasaki sehingga wajib dibawa ke ahlinya yaitu dokter anak khusus yang dapat menangani masalah darah-hematologi.

Beberapa sumber mengatakan bahwa pengobatan harus dimulai secepat-secepatnya sebelum hari ke-10 demam agar efektif melindungi pembuluh darah koroner. Obat yang diwajibkan terutama ada 2 macam yaitu IVIG yang diberikan secara suntikan dan aspirin yang diminum.Obat IVIG sangat mahal,padahal kunci bagi pengobatan penyakit ini. Satu kali suntik mencapai 9-11 jutaan, di Indonesia sudah tersedia di rumah sakit besar tertentu. Umumnya diberikan cukup satu kali, kecuali kalau gejala masih bandel butuh tambahan dosis.

Sedangkan aspirin diberikan setiap hari hingga 2 bulanan dan bila sampai waktu tersebut kerusakan koroner yang ditakutkan tidak terjadi, aspirin bisa distop, dan selanjutnya kontrol berkala saja. Perlu dicatat bahwa walaupun pengobatan telah sempurna dijalankan, masih ada sekitar 3 % kasus yang menjelma menjadi kerusakan koroner lanjut.

Mengingat bahaya besar terkait kesehatan jantung yang mengancam anak penderita Kawasaki, maka pengenalan informasi ini, deteksi dini serta pengobatan segera diperlukan bagi Anda yang memiliki balita.

0 Responses to “Penyakit Kawasaki”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 451,463 hits

%d bloggers like this: