Coklat dan Hipertensi

Ini sungguh kabar gembira bagi penggemar coklat. Penelitian yang dipublikasikan bulan lalu oleh salah satu institut di negeri Uncle Sam mengemukakan bahwa coklat memiliki efektivitas menurunkan tekanan darah cukup efektif! Sudah cukup lama simpang siur tentang isu bahwa coklat memang baik bagi system kardiovaskular sempat dikemukakan, namun sebelum penelitian medis dilakukan, tidak satupun praktisi medis berhak untuk mendeklarasikan hal tersebut. Kini fakta itu hadir dalam hasil positif penelitian tersebut.

Hipertensi dinyatakan ketika tekanan darah meningkat di atas 140 mmHg untuk batas atas / sistolik dan di atas 90 mmHg untuk batas bawah / diastole. Namun kini hipertensi mulai dipertimbangkan untuk dinyatakan ketika tekanan darah baru sebesar 130/85 mmHg mengingat resiko penyakit kardiovaskular semakin mengkhawatirkan saat ini. Optimalnya tekanan darah adalah sekitar 120/80 mmHg. Kesulitan dalam pengukuran hipertensi adalah pengukuran tekanan itu seringkali fluktuatif (berubah-ubah), misalnya bergantung pada waktu pengukuran (pagi? Siang? Malam?), posisi pengukuran (berbaring, duduk, letak neraca raksa ya setinggi apa?), pengaruh makanan ( rokok, obat tertentu, kopi, the, dll), siapa yang mengukur ( seringkali pasien tekanan darahnya agak tinggi saat dokter yang mengukur padahal di rumah tekanannya selalu normal; hal ini dikenal dengan julukan white coat hypertension), dan masih banyak faktor lainnya. Jadi sebaiknya mendiagnosa seseorang dengan cap hipertensi dilakukan oleh dokter dan minimal dari hasil 2 pengukuran pada interval waktu berbeda.

Walaupun obat-obat hipertensi sudah banyak yang efektif bahkan sudah hadir dalam rupa generik yang murah, masih banyak masyarakat yang enggan minum obat secara teratur dikarenakan persepsi minum obat tiap hari itu selalu tidak baik. Padahal kini obat-obatan hipertensi sudah semakin aman dengan efek samping minimal. Lagipula akibat jangka panjang hipertensi itu jauh lebih berbahaya. Bertolak dari keengganan pasien untuk minum obat rutin tersebutlah maka belakangan banyak muncul isu bermacam bahan herbal dan non-kimia lainnya yang dipercaya mampu menurunkan tekanan darah. Katakanlah yang sempat dipercaya berupa tanaman kucai, kumis kucing, bawang putih, licorice (semacam kayu manis), teh hijau, coklat, red wine, mentimun, mengkudu, buah merah papua dsb.

Tentunya sebagai masyarakat yang kritis kita harus berhati-hati terhadap klaim semacam demikian. Perlu dikritisi apakah isu tersebut benar-benar berdasarkan fakta penelitian sahih tidak? Apakah ada latar belakang bisnis di belakangnya? Prinsipnya semakin banyak fungsi suatu bahan herbal atau kimiawi yang digembar-gemborkan, maka hampir pasti bahan tersebut perlu diragukan faktanya. Karena proses fungsional tubuh manusia diatur oleh mekanisme yang sangat berbeda satu sama lain, tidak mungkin satu obat dapat menyembuhkan sekaligus 2 macam penyakit yang tidak terkait secara sistem misalnya mengobati batu ginjal dan mencegah asma. Semua bahan yang disebut obat harus ada efek samping nya, harus! Jika ada yang ngotot bahwa produknya tidak berefek samping, pastinya hal itu perlu diragukan.

Mengenai bahan-bahan yang pernah diklaim dapat menurunkan tekanan darah di atas, sesungguhnya jurnal hasil penelitian yang saya pernah temukan hanyalah terkait red wine , teh hijau dan coklat. Ternyata red wine sejak kurang lebih 3 tahun lalu didapatkan dari penelitian bahwa memiliki efek penurunan tekanan darah. Dengan minum red wine segelas kecil seminggu sekali sudah cukup mengurangi kekentalan darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah dan mencegah penyakit jantung koroner. Namun sayangnya hasil positif ini tidak boleh diterapkan begitu saja mengingat red wine itu alkohol (narkoba). Seperti halnya narkoba lainnya, alkohol pun memiliki sifat toleransi artinya semakin lama tubuh ‘nagih’dosis yang lebih, jadi jika tidak benar-benar terkontrol, red wine yang tadinya minum seminggu sekali bisa menjadi setiap hari. Kecenderungan ke arah sana selalu ada, walaupun terkait dengan berbagai faktor lainnya, misalnya tipikal kepribadian seseorang yang minum. Jadi saya kurang menganjurkan cara satu ini karena bahaya kecanduan tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan bulan lalu tentang teh hijau dan coklat lebih penting karena kedua jenis minuman ini merupakan minuman popular. Kedua-duanya dibandingkan dalam penelitian tersebut karena kedua-duanya memiliki kandungan polifenol yang tinggi. Namun hasilnya ternyata memberikan kesimpulan berbeda. Teh hijau tidak memiliki efek nyata bagi penurunan tekanan darah, jadi tidak perlu di klaim lagi sebagai berefek anti hipertensi. Sedangkan coklat terutama jenis dark choco memiliki potensi menurunkan tekanan sistolik hingga 5 mmHg. Walaupun terkesan kecil, tapi penurunan sebesar itu sudah mampu menurunkan resiko stroke hingga 30 persen dan serangan jantung hampir 16%. Jadi bagi penderita hipertensi ringan, hasil ini mungkin dapat sedikit berguna apalagi jika Anda penggemar coklat. Tentunya coklat yang dimakan tidak boleh berlebihan karena akan menumpuk lemak dalam tubuh Anda, selain itu gerak teratur (tidak harus olahraga) serta pengaturan pola makan rendah garam harus tetap menjadi prioritas. Jika semua cara ini kurang memberi hasil, obat hipertensi adalah jawabannya yang akan dikonsumsi seumur hidup.

Jadi selagi hipertensi masih awal (<3 bulan) dan ringan , itulah saat Anda bisa mencoba jurus penurunan tekanan darah tanpa obat. Salam suka-coklat-ria !

1 Response to “Coklat dan Hipertensi”


  1. 1 mietha momon January 16, 2009 at 8:20 am

    thanx GoD…tek sistolik saya 160 dan distoliknya 110…skr sedang dalam masa perawatan, usia saya 38 th…ginjal, jantung , hati dan kolestrol semua normal…mgkin faktor keturunan dan pikiran yang membuat saya streessssss….
    tapi saya jadi happy skali membaca dan mengetahui bw coklat bukan pantangan buat penderita hipertensi..karena saya sdh harus meninggalkan kebiasaan saya yang sangat saya cintai yaitu minum kopi….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,470 hits

%d bloggers like this: