Waspada, Klinik Mr. P cenderung merusak

newsimage.jpeg

PRIA Indonesia masih banyak yang tersugesti tentang ukuran Mr. P (red. maaf alat kelamin pria) sebagai simbol kejantanan seorang pria sejati. Sugesti ini lah yang menjadi sumber kemunculan klinik-klinik khusus laki-laki, yang buntut-buntutnya membawa petaka tak berakhir buat pada mantan pasiennya. Biasanya penderitaan panjang tanpa akhir itu menimpa para pasien pembesaran dan memperpanjang Mr. P.

Penderitaan panjang tanpa akhir yang membutuhkan operasi dokter bedah urologi. Nasib pahit paramantan pasien klinik laki-laki itu, biasanya akibat dari penangan petugas klinik yang tidak memiliki latar belakang medis. Kerusakan yang terjadi rata-rata menimpa pada bentuk dan ukuran Mr. P yang tidak karuan. Dus, bisa membuat pasagan atau para wanita ketakutan. Bentuknya berubah bak seekor Phyton umur ratusan tahun dengan tubuh ditumbuhi benjolan keras, yang akan menyakiti pasangan bercinta pemilik Mr. P.

“Saya heran di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya sudah berpendidikan kon masih ada yang menjadi korban praktik klinik laki-laki. Karena itu, saya mengharapkan aparat kepolisian dan kesehatan untuk acuh pada kondisi yang terjadi di masyarakat. Lakukan aja rasia atas klinik-klinik laki-laki yang ada di Indonesia sebelum korbannya bertambah banyak,” kata dr Susanto Suryaatmadja MS SpAnd, dokter andrologi RSU dr Soetomo saat ditemui di ruang kerjanya.

Peningkatan korban klinik laki-laki, menurut ia, melonjak pada satu tahun terakhir ini. Asumsi itu terlihat dari jumlah pasien yang melonjak menjadi 2 sampai 3 orang setiap bulannya. Para pasien yang datang semuanya mengeluhkan tentang kerusakan pada Mr. P miliknya, setelah dipermak klinik laki-laki langganannya. Sebelumnya tak ada pasien dengan keluhan seperti itu yang datang ke tempatnya. Kalau un ada paling cuma seorang pasien dalam selang tiga bulan.

Korban klinik tersebut yang datang ke tempatnya, adalah para pria dalam usia produktif 20 hingga 30 tahun. Nasib pahit para pasiennya rata-rata diakibatkan tergiur oleh iklan di media cetak, yang mengaku sanggup memperbesar Mr. P para pria dalam waktu singkat.

Kesalahan yang dilakukan para klinik laki-laki terhadap pasien yang ditangani, karena mereka menggunakan medium silikon cair yang disuntikkan pada bagian-bagian Mr. P. Tidak dipungkiri, setelah disuntik silikon cair itu memang sebuah perubahan dahsyat langsung terlihat pada penampilan Mr. P. Menjadi lebih besar atau lebih panjang. Kondisi tersebut membuat pasien tersugesti dan kembali lagi ke klinik langganannya untuk dipermak lagi. “Saat telah mengalami penyuntikan silikon 2-3 kali, maka sebuah perubahan dahsyat pasti dialami Mr.P. Bentuknya akan rusak dan tidak karuan. Selain itu, akan bermunculan tonjolan tak beraturan di seluruh tubuh Mr. P,” ujarnya.

Bermunculannya tonjolan yang mirip kutil raksasa tersebut, menurut ia, merupakan dampak dari silikon cair yang disuntikkan ke Mr P. Silikon cair itu langsung bereaksi dan masuk ke urat saraf. Setelah lama, tubuh Mr. P akan mengalami pembengkakan dan mengeras, kemudian muncul beberapa tonjolan. Dus, bukan berarti kemunculan tonjolan pada Mr. P itu setelah mengalami penyuntikan 2 hingga 3 kali. Setelah disuntik satu kali pun bisa menimbulkan tonjolan, cuma saja jumlahnya tidak banyak.

Dalam kondisi seperti itu, diakui, penangannya agak sulit. Peluangnya sangat kecil untuk memperbaiki lagi hingga kembali pada kondisi normal. Pasalnya silikon cair yang sudah masuk ke urat saraf dan mengeras. Satu-satunya jalan cuma membawa keluhan kerusakan Mr. P itu ke dokter urologi. Biasanya untuk mengeluarkan silikon cair itu lewat operasi pengerokann silikon hingga bersih. Resikonya walau silikon cair tersebut sudah bersih, tapi bentuk dan fungsinya sebagai “senjata” tidak bisa noral lagi.

“Seorang ahli androlog yang tugasnya memperbaiki frungsi kejantanan Mr. P, saya sangat yakin sekali tidak akan mampu mengembalikan bentuk dan fungsi normalnya,” tambahnya.

Karena itu, Susanto meminta pada semua pria agar tak hanyut oleh iklan di media atau bisik-bisik makelar klinik laki-laki. Pasalnya jika nasib siap seperti para pasiennya dialami, maka yang mengalami kerugian besar adalah pemillik Mr. P sendiri. “Soal kejantanan dan keperkasaan kaum pria itu bukan ditentukan oleh ukurabn Mr.P, tapi disebabkan oleh isi fikiran para pria sebelum naik ranjang. Jika isinya ruwet pasti akan kalah dalam pertarungan walau Mr. P yang dimiliki sangat besar dan panjang,” katanya.

Menurut ia, kaum laki-laki hendaknya punya sikap menerima kodrat Allah saja. Karena besar kecilnya Mr. P itu tetap akan mampu memuaskan pasangan masing-masing asal dimanajemeni dengan baik. Konsentrasi dan berniat ibadah karena Allah semata di saat menjelang naik ranjang. “Bagi saya lebih kecil tapi caberawit dan membuat pasangan kita cinta setengah mati, daripada besar tapi letoy dan gak bisa keras dan kaku 100% yang akan menjadi bahan ketawaan pasanganm” tutupnya.

1 Response to “Waspada, Klinik Mr. P cenderung merusak”


  1. 1 jaka March 31, 2009 at 6:06 am

    saya adalah salah satu korbannya, tergiur oleh iklan untuk memperbesar mr. P.
    sebenarnya ukuran yang saya miliki, lumayan sedang, untuk ukuran orang Indonesia. cuma tergiur untuk memiliki ukuran jumbo, maka sayapun pergi ke salah satu klinik di jl. cempaka putih, jakarta.

    saya tanya kepada orang yang mengerjakannya, apakah suntikannya berisi silikon cair. dengan tegas dia mengatakan bukan. ini adalah cairan yang dapat meresap ke sel tubuh, dan merangsang untuk pertumbuhan.
    sayapun membiarkan sang mr. P untuk disuntik, sini sana, ada 6x suntikan. bodohnya saya menurut saja, tanpa memikirkan dengan akal sehat.
    setelah selesai, mr. P pun bengkak, dan memang kelihatan lebih besar. saya pikir mungkin butuh waktu beberapa saat.

    setelah beberapa hari, memang terlihat perubahan, tetapi perubahan yang mengerikan. kulit depannya (saya disunat), tampak seperti jengger ayam jantan, seperti memakai topi.
    bentuk batangnya sudah tidak lurus lagi, bengkok kesamping, dan terlihat benjolan-benjolan kecil.
    waktu dipegang terasa adanya benjolan kecil.
    wah…saya menyesal setengah mati !!! tapi apa mau dikata ? operasi ? ya sudahlah terima nasih !

    Untungnya istri tidak mengeluhkan hal itu.
    Sebenarnya yang terpenting bukan besar, panjangnya, tetapi goyangannya. kalaupun kecil, tetapi goyangannya maut, itu akan membuat istri kitapun melayang-layang.

    jadi, jangan tergiur rayuan gombal klinik pembesaran penis !!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 451,463 hits

%d bloggers like this: