Pentingnya Memeriksakan Tubuh Sebelum Menikah

Bagi yang merasa bahasan ini khusus ‘dewasa’, pikirkan kembali. Anda juga punya organ seks, bahasan ini penting. Ah, semoga saya tidak keliru disangka seksolog.

Memang pembicaraan ini lebih banyak ditujukan bagi perempuan. Tapi tidak apa-apa, kan? Karena saya perempuan (lha apa hubungannya ya?). Laki-laki juga perlu tahu, lho.

Sebelum menikah, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dokter tersebut berkomentar bahwa apa yang saya lakukan belum umum. Maksudnya memeriksakan diri sebelum menikah belum menjadi perhatian utama para perempuan yang akan –dalam waktu dekat atau masih lama- menikah.

Pernah dengar tentang seorang presenter yang digosipkan hamil sebelum menikah hanya karena kedapatan berkunjung ke dokter kandungan dengan diantar pacarnya? Saya tidak mempersoalkan siapa yang mengantar –yang memang dapat memicu gosip-, saya hanya amat heran kenapa para penyedia tayangan gosip ini pikirannya begitu dangkal.

Apakah mereka belum pernah mendengar tentang pemeriksaan pranikah? Bahkan laboratorium menengah saja sudah menyediakan paket pemeriksaan pranikah. Setelah ngedumel saya baru ingat, mereka memang dibayar untuk membangun gosip. Tak penting apakah itu membuat mereka tampak agak konyol.

Kembali ke permasalahan. Kenapa sih pemeriksaan pranikah itu diperlukan?
Jika ada masalah, dapat dideteksi dini dan dicarikan solusinya sebelum anda keburu menikah dan ingin punya anak namun tak bisa apa-apa karena masalah kesehatan anda menghalangi dari punya anak.

Anda dapat mengetahui rupa lain dari pasangan anda.
Apa yang akan dia lakukan jika sebelum menikah dia mengetahui bahwa ternyata alat reproduksi anda tidak/kecil kemungkinannya dapat mendukung kehamilan? Meninggalkan anda? Atau mengatakan ‘aku tidak peduli karena aku mencintaimu dan aku tetap ingin menikah denganmu’?

Menentukan apa yang perlu anda lakukan.
Kalau anda ingin segera punya anak, maka mengetahui status kesehatan anda menjadi penting. Kurang gizi, mengidap infeksi yang dapat membahayakan keselamatan janin, belum siap mental untuk hamil dan melahirkan, atau siklus menstruasi yang kacau balau (yang dapat menjadi penanda ada sesuatu yang salah dalam tubuh anda).

Dan jika anda tidak ingin segera punya anak, anda dapat memilih alat kontrasepsi yang cocok sedini mungkin, sebelum malam pertama pernikahan anda ternyata ‘tokcer’ dan anda hamil pada kunjungan konsultasi selanjutnya.

Supaya lebih sadar diri.
Kebanyakan dari kita tidak peduli hingga ada sesuatu yang salah atau merasa sakit. Sebelum terjadi, maka pemeriksaan awal akan membantu kita untuk mengetahui apa yang penting untuk dilakukan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Apa yang harus dilakukan dan apa yang jangan.

Supaya mengenali diri sendiri.
Anda dapat mengetahui letak/posisi rahim, kondisi leher rahim, kondisi indung telur, dan sebagainya, tergantung seberapa teliti pemeriksaannya. Dengan demikian anda dapat menentukan posisi dan cara yang tepat dalam berhubungan seks jika ingin segera –atau sebaliknya, memperkecil kemungkinan- hamil.

Kondisi setiap perempuan tidak sama.
Karena itu apa yang ‘nyaman’ dan ‘enak’ bagi perempuan lain belum tentu berlaku untuk anda. Jangan telan bulat-bulat kenyataan bahwa tetangga anda sangat menikmati ‘posisi di atas’ sementara letak rahim anda membuat anda tidak lekas hamil –yang saat ini lebih anda inginkan- jika terus berhubungan intim dengan cara yang sama.

Membuat kita menyadari bahwa terkadang kita (eh, saya ding) sok tahu.
Kebanyakan kita merasa tahu, hingga pemeriksaan itu memberitahu kita sebuah kenyataan bahwa selama ini kita tidak tahu sebanyak itu. Bahkan tentang tubuh kita sendiri.

Memberi anda kesempatan bertanya sebelum anda menyesal karena tidak bertanya sebelum menjalani malam pertama.
Apakah aman menggunakan krim perontok rambut di daerah pubis? Apakah menelan sperma dapat menyebabkan sesuatu? Apakah anda dapat menulari/tertulari HIV atau hepatitis B dengan gaya seks tertentu? Seperti apa rasanya orgasme? Bagaimana rupa klitoris? Di mana letaknya? Apa yang sebaiknya dilakukan apabila anda belum mendapat orgasme sementara suami baru anda sudah nyaris tertidur nyenyak setelah puas?

Ini hanya sekelumit yang dapat anda peroleh dari pemeriksaan pranikah. Kemungkinan besar dokter kandungan anda akan memberi anjuran atau rekomendasi untuk menjalani tes guna mengetahui apakah anda telah terinfeksi –CMV, misalnya- tanpa anda ketahui.

Jika keadaan anda diketahui sejak dini, anda dapat memperoleh terapi yang tepat tanpa calon suami anda mengetahui ‘ketidakberesan’ anda saat ini. Tahu juga tidak apa-apa sih, ya. Tergantung dia bagaimana.

Jenis infeksi tertentu akan ‘memaksa’ anda untuk menunda kehamilan. Jika anda paksakan lanjut (untuk hamil), mungkin perkembangan janin akan terganggu, keguguran, atau lahir dalam keadaan cacat.

Disclaimer: Apapun yang anda lakukan dengan pasangan anda setelah membaca tulisan ini (terlebih lagi akibatnya), adalah bukan tanggungjawab saya. Saya tidak menganjurkan teknik seks yang bagaimanapun. Apabila kesannya demikian, maka dengan segala hormat anda keliru membaca arah pembicaraan saya.

0 Responses to “Pentingnya Memeriksakan Tubuh Sebelum Menikah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 451,463 hits

%d bloggers like this: