Pakai Kondom ‘Tidak Enak’

Meningkatnya penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks illegal sebagian besar sudah terdata di RSUD Nabire. Dari data itu, Nabire hampir menduduki urutan pertama penyebaran HIV/AIDS di tanah Papua. Tetapi kalau menggunakan rumus gunung es di tengah laut, Nabire bisa saja menduduki urutan pertama di dunia. Hanya saja tidak banyak orang yang mau menyempatkan diri memeriksa perilaku HIV/AIDS di Pokja TB-HIV/AIDS RSUD Nabire.

Penyebaran penyakit yang tak kentara ini, telah membuat siapa saja prihatin, termasuk pemerintah daerah. Di Kabupaten Nabire, tidak seperti kebanyakan kabupaten lain di Indonesia, telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) dengan nomor 18 tahun 2003 tentang Pemakaian Kondom 100 % di Tempat-Tempat Hiburan. Perda ini awalnya lahir dari Yayasan Primari atas keprihatinan dan perjuangannya untuk memberantas atau paling tidak sebagai upaya prefentif terhadap penyebaran penyakit tersebut kepada yang belum tertular. Kini Bagian Hukum Setda Kabupaten Nabire mencoba mensosialisasikan melalui media massa .

Masalahnya adalah, apakah setiap pelaku seksual di daerah ini selalu mau menggunakan kondom sebelum memulai ‘pekerjaannya’? Dus, siapa yang akan mengawasi untuk menegakkan Perda tersebut? Sebab tidak mungkin, tempat-tempat hiburan seperti Belok Kanan Samabusa, beberapa hotel di kota dan tempat-tempat prostitusi lain, POL PP atau pihak penegak hukum mau turun mengawasi setiap pelaku seksual.

Paling tidak, Perda tersebut hadir dan lahir untuk mengingatkan akan bahaya penyakit tidak ada obat tersebut.

Menurut hasil investigasi, kebanyakan pelaku seksual di daerah ini enggan menggunakan Kondom. “Kalau pakai kondom, barang mati”, tutur seorang sumber menanggapi diterbitkannya Perda Kondom di daerah ini. Menurut sumber lain yang tidak perlu disebutkan identitasnya, “pakai kondom itu tidak enak, lebih baik asli, biar puas”, tutur sumber tadi dalam keadaan fly.
Berbicara kondom, bagaimanapun alasannya, tetap dibutuhkan kondom dalam berhubungan seks illegal. Sebab, ketika birahi datang, apalagi dalam keadaan ‘on’, tidak ada istilah tunggu dulu. Apalagi yang berdiri di pinggir jalan itu cantik, sementara kondisinya kita tidak tahu.

0 Responses to “Pakai Kondom ‘Tidak Enak’”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,470 hits

%d bloggers like this: