Meramal Kesehatan dari Warna Kencing

Mengapa toilet di rumah, apalagi di hotel rata-rata berwarna cerah seperti putih, minimal cream. Lalu apa beda beda peturasan atau “urinoir” disini dengan yang di negara Kanguru?

Disini tulisan “Jagalah Kebersihan” terpampang hampir disudut ruangan. Tetapi jawaban atas pemberitahuan tersebut malahan kita dapati puntung rokok, tusuk gigi atau batang korek api, remasan bekas bungkus rokok dibuang sana sini sampai hampir menutupi lubang peturasan. Seakan ajakan simpati di atas malahan diterjemahkan sebagai “Buang Sampah Disini”.

Sementara itu di Australia yang saya baca adalah tulisan “Now wash your hand” dan ini, yang bikin tertegun “Check your urine color?” – lalu di dinding biasanya ditempelkan contoh warna kencing dan cara menginterpretasikannya.

Rupa-rupanya saat sang sohibul hajat sedang melampiaskan arus bawah sambil terkadang mengkirik kegelian, yang kata orang pinter akibat terjadi perbedaan suhu air seni yang hangat bertemu dengan bagian lain yang relatif dingin, sekalian kita diajak melihat warna pee kita.

Warna pee terlalu coklat seperti teh nasgitel (panas, manis dan kental), biasanya isyarat bahwa tubuh mengalami kelelahan dan dehidrasi derajat berat sehingga disarankan banyak-banyak minum. Sedangkan warna jernih melambangkan badan masih okey-okey saja. Kalau dehidrasi ini diabaikan, bisa-bisa batu mengganjal dalam saluran pipis, atau ginjal bekerja terlalu keras.

Dr. Edward Otten dari University of Cincinnati, mula-mula menguji hasil pengamatan kencing pada atlit yang berlatih di bawah terik matahari. Namun untuk menyederhanakan cara melihat warna dan ramalannya, ia menyarankan sebagai berikut.

“Bila warna kencing jernih seperti air minum, artinya “bagus,” tidak ada masalah dengan kesehatan.

Tapi kata Otten, kalau warnanya sudah seperti lemonade, kita perlu minum air. Sementara warna kecoklatan mirip jus apel, berarti minum harus lebih banyak lagi.

Jika warna kencing bak Coca-Cola?, segera hubungi dokter anda. Pasalnya urin yang gelap menunjukkan ada protein otot yang rusak. Dan kalau ini didiamkan, ancaman kerusakan ginjal sedang mengintip anda.

Kalau sudah begini barangkali kebiasaan berhajat kecil di ban mobil atau di pepohonan selain tidak sopan juga beresiko hilangnya petunjuk atas kesehatan kita. Bau pesing yang ditimbulkan sebetulnya usaha tubuh sedang mencoba berkomunikasi dengan indra hidung dan mata, bahwa ada masalah dalam kesehatan yang perlu diwaspadai.

2 Responses to “Meramal Kesehatan dari Warna Kencing”


  1. 1 yuyun June 11, 2008 at 2:10 pm

    wow… oke juga tuch… aku akan lebih memperhatikan warna pipisku deeee hihihiiii…

    oya, kalau di Indonesia gineee, bukan cuma kakusnya aja yang kayak tong sampah, tapi air cebok di SPBU SPBU juga jadi sampahnya para bakteri…

    jadi kalau kebelet pipis banget, terus ke tempat umum, terutama buat yang cewe nih, gak usah cebok pakai air deh, di lap pakai tissue aja, terus setelah megang tuh air untuk nyiram pipis di kloset, tangan di kasih antis….

    be health…

  2. 2 andy April 22, 2010 at 8:58 pm

    makacih infonya. berguna nih.
    air seni sering diabaikan tapi itukan penting untuk mengetahui kondisi tubuh.
    thanks ya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,183 hits

%d bloggers like this: