Mengenal Diabetes

Diabet atau kencing manis adalah penyakit metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.

Sejarah
Banyak orang awam menganggap bahwa penyakit Diabet adalah penyakit baru, bahkan adakalanya menganggap penyakit tersebut identik dengan makan kentang dan akhirnya potong kaki.

Menurut catatan sejarah, sebenarnya penyakit Diabet sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi. Ketika itu pula para ahli di jamannnya telah mengupayakan obat penyembuhnya.
Papirus Ebers, Mesir (1500 SM): mengobati Penyakit sering kencing
Sushrutha, India (400 SM): Penyakit Kencing Madu
Areteus (81-138 SM): Memberi nama Diabetes Mellitus. Beliaulah yang kemudian disebut Bapak Diabetes Mellitus.

Gejala awal:
Banyak minum / mudah haus
Banyak kencing
Banyak makan / mudah lapar

Gejala lanjutan:
Banyak minum / mudah haus
Banyak kencing
Berat badan menurun
Mudah lelah

Seseorang didiagnosa Diabet, bila:
Ada Gejala, dan Kadar Gula Darah Puasa > 120 mg/dl; atau Kadar Gula 2 jam sesudah makan > 200 mg/dl atau Kadar Gula Darah sewaktu > 200 mg/dl
Tidak ada Gejala, tetapi pada pemeriksaan Laboratorium, didapatkan: Gula Darah Puasa > 120 mg% dan Kadar Gula 2 jam sesudah makan > 200 mg/dl; atau Gula Darah Puasa > 120 mg/dl dan Kadar Gula sewaktu > 200 mg/dl; atau Gula darah 2 jam sesudah makan > 200 mg/dl dan Gula Darah sewaktu > 200 mg/dl

(parameter di atas bisa berbeda tiap Rumah Sakit, bergantung kepada referensi yang digunakan dan Standard Operational Procedure)

Bila gula tidak terkontrol atau tidak diobati, maka akan timbul gejala kronis, berupa:
Banyak minum / mudah haus
Banyak kencing, disertai dengan tanda-tanda:
Sering kesemutan
Kulit terasa panas dan tebal
Kram dan mudah capai,
Mudah mengantuk
Mata menjadi kabur
Gatal sekitar kemaluan, terutama wanita
Gigi mudah goyah dan mudah lepas
Kemampuan sex menurun
Para ibu hamil sering mengalami keguguran atau kematian janin dalam kandungan, atau melahirkan dengan bayi berat lahir > 4 kg.

Penyakit Diabet / Kencing Manis kebanyakan adalah penyakit keturunan, bukan penyakit menular.
Bisa juga karena sebab lain, misalnya:
Terlalu lama minum obat tertentu
Terkena infeksi virus, dll

Penyakit Diabet tidak harus dijadikan ” Momok “, asalkan:
Kontrol Gula Darah secara teratur
Minum obat sesuai dosis yang dianjurkan
Diet sesuai anjuran
Olahraga sesuai kemampuan

Bila penderita Diabet dapat merawat dirinya dengan baik, maka akan dapat hidup bahagia bersama Diabet.
Bila diremehkan , komplikasi dapat menyerang seluruh anggota tubuh.

Kepada penderita Diabet dihimbau agar:
Memerangi Diabet dengan cara mencegah dan merawatnya sedini mungkin
Memerangi Diabet yang sudah menunjukkan komplikasi dengan cara mengobatinya dengan baik dan teratur agar komplikasi tidak berkelanjutan

Komplikasi Diabet:

Komplikasi Akut (komplikasi yang segera terjadi dalam waktu penedk):
Hipoglikemi ( kekurangan glukosa / gula ). Gejalanya: lapar, gemetar, keringat dingin, pusing, dll. Penanggulangan: makan roti, pisang dll
Koma Diabetik ( glukosa terlalu tinggi ). Gejalanya: nafsu makan menurun, haus, minum banyak, kencing banyak, mual, muntah, napas cepat. Penanggulangan: Segera ke Rumah Sakit

Komplikasi Kronik (komplikasi yang muncul dalm waktu yang lama, bila kadar gula tidak terkontrol):
Bila lengah, dapat terjadi komplikasi kronik yang menyerang seluruh tubuh, dari rambut sampai ujung kaki termasuk alat tubuh di dalamnya.
Bila perawatan tertib dan teratur, komplikasi tidak akan muncul.

Apa saja komplikasinya?
Rambut: menipis, mudah rontok
Telinga: berdesing, pendengaran menurun
Mata: makin kabur, mata terasa kering, dll
Lidah: terasa tebal, kenikmatan terganggu
Ludah: mengental, mulut terasa kering
Gigi: mudah goyah
Paru: bila batuk lama
Jantung: mudah terkena penyakit jantung koroner
Lever: mudah terkena penyakit hati
Perut: mudah kembung, dll
Ginjal: mudah terkena gangguan fungsi ginjal
Kandung kemih: sering ngompol
Seksual: menurun
Urat syaraf: kesemutan, rasa tebal, kram, ngilu dll
Pembuluh darah: mengecil dan mudah timbul borok
Kulit: mudah bisulan

Diet Diabet

Penderita Diabet secara umum harus mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula.
Makanan utama, tidak harus kentang, tetapi sesuai dengan makanan sebelum menderita diabetes, hanya saja menggunakan takaran dan waktu yang dianjurkan oleh dokter anda.

Pada prinsipnya, jadwal makan penderita Diabet adalah sebagai berikut:
Jadual makan: 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan antara (snack)

Referensi:

Hidup Sehat dan Bahagia bersama Diabetes, oleh: Prof. DR. Dr. H.Askandar Tjokroprawiro, 2002

0 Responses to “Mengenal Diabetes”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,183 hits

%d bloggers like this: