Kemoterapi Memiliki Dampak Jangka Panjang Bagi Otak

newsimage26.jpeg

Kemoterapi menyebabkan perubahan pada metabolisme otak dan sirkulasi darah yang dapat berlangsung selama 10 tahun. Penemuan tersebut barangkali dapat menjelaskan timbulnya kegelisahan dan kemuraman jiwa yang membayangi banyak pengidap kanker yang masih bertahan hidup, demikian dilaporkan para peneliti.

Para peneliti dari University of California – Los Angeles (UCLA) menemukan wanita yang pernah menjalani kemoterapi 5 hingga 10 tahun sebelumnya, memiliki metabolisme yang lebih rendah pada bagian penting dari selaput otak luar.

Para wanita yang pernah menjalani kemoterapi juga menunjukkan adanya lonjakan pada aliran darah ke selaput otak luar dan otak belakang, ketika mereka tengah melakukan tes daya ingat. Hal mana menunjukkan terjadinya loncatan cepat pada tingkat aktivitasnya, demikian diungkapkan para peneliti.

“Area yang sama pada cuping bagian depan yang menunjukkan metabolisme lebih rendah saat istirahat, menunjukkan lonjakan aktivitas yang substansial ketika pasien tengah melakukan latihan daya ingat,” kata Daniel Silverman, profesor pada UCLA yang memimpin penelitian tersebut.

“Sebagai pengaruhnya, otak pasien wanita ini bekerja lebih keras untuk mengingat kembali informasi yang sama dibandingkan rekannya yang sehat,” lanjutnya.

Para ahli memperkirakan setidaknya 25 persen pasien kemoterapi mengalami gejala kegelisahan jiwa, apa yang disebut sebagai ‘otak kemo.’ Sebuah penelitian yang dilakukan pada University of Minnesota baru-baru ini melaporkan jumlahnya sekitar 82%, demikian disebut dalam pernyataan tersebut.
“Orang dengan ‘otak kemo’ sering kesulitan konsentrasi, mengingat banyak hal atau melakukan pekerjaan rangkap seperti sebelum kemoterapi,” kata Silverman. “Penelitian kami yang pertama kali menunjukkan bahwa seorang pasien penderita gejala kognitif ini, mengalami perubahan spesifik pada metabolisme otaknya.”

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada hari Kamis (5 Oktober) pada edisi online Riset dan Perawatan Kanker Payudara. Tim medis telah memeriksa 21 wanita yang pernah melakukan operasi untuk mengangkat tumor payudara, 16 diantaranya menjalani kemoterapi sedang lima lainnya tidak.

Para peneliti menggunakan Positron Emission Tomography (PET) Scanner untuk membandingkan fungsi otak pasien wanita. Mereka juga membandingkannya dengan hasil scan dari 13 wanita yang tidak menderita kanker payudara atau tidak pernah menjalani kemoterapi.
Positron Emission Tomography mensimulasikan gambar dari bagian tubuh dengan menggunakan kamera khusus yang mencatat perkembangan zat pemantau radioaktif yang disuntikkan.

Para peneliti menggunakan scanner untuk memeriksa metabolisme otak pasien wanita saat sedang istirahat, demikian pula aliran darah ke otak pasien, ketika mereka sedang melatih daya ingat jangka pendek.

Silverman menganjurkan penggunaan PET scanner untuk memonitor efek dari kemoterapi pada metabolisme sel otak pasien. Karena scanner ini telah digunakan untuk memonitor reaksi tumor terhadap terapi, tes lanjutan akan mudah ditambahkan.

Kanker payudara adalah kanker yang paling umum bagi kaum wanita, dengan 211 ribu kasus baru terdiagnosa setiap tahunnya, demikian pernyataan itu menyebutkan.

Sumber: Reuters / http://www.theepochtimes. Com

Sumber gambar: http://www.racentegenkanker.nl

0 Responses to “Kemoterapi Memiliki Dampak Jangka Panjang Bagi Otak”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 451,463 hits

%d bloggers like this: