Katarak Bisa Terjadi Pada Anak-Anak

Mata adalah jendela dunia. Semuanya tak akan terlihat indah jika indera pengelihatan kita ini terganggu apalagi sampai buta. Banyak penyebab dari kebutaan, salah satunya yaitu katarak. Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata, di mana lensa yang awalnya bening berubah menjadi putih.

Posisi lensa mata di belakang iris (selaput pelangi) yang membantu sinar yang masuk ke dalam mata. Jika lensa keruh karena katarak, maka sinar dari luar tidak dapat masuk ke bola mata. Sehingga secara perlahan-lahan penglihatan akan menjadi kabur.

Yang patut di waspadai, katarak juga menyerang anak-anak. Bahkan bayi yang baru lahir. Katarak ada empat jenis, yaitu kongenital, juvenaile, traumatic dan senial. Katarak kongenital adalah katarak yang menyerang pada bayi. Katarak juvenaile yaitu katarak yang biasanya diderita oleh anak-anak sampai dewasa muda (ABG) karena diabetes. Katarak traumatik yaitu karena kecelakaan. Serta katarak senial, yang biasanya menyerang manula.

Tak hanya itu, katarak pada anak dapat menyebabkan menurunkan kecerdasan. Sebab sulit berkonsentrasi. Katarak yang diderita bayi biasanya disebabkan infeksi virus saat masih dalam kandungan, yang disebut sebagai rubella syndrome pada tiga bulan pertama usia kehamilan. Rubella syndrome adapun gejalanya seperti gatal-gatal, panas disertai bercak merah pada kulit. Penyakit ini disebabkan virus yang berasal dari udara, cara menyerangkannya sebagaimana virus influenza.

Mendeteksi dan menangani katarak di usia anak-anak sangatlah penting, sebelum terjadi ambliopia pada mata. Ambliopia adalah ketidakmampuan retina menerima bayangan benda dari luar, sehingga bisa menghambat perkembangan retina anak-anak. Akibatnya bukan tak mungkin anak akan menderita kebutaan.

Gejala katarak yang mudah dilihat pada bayi dan anak adalah pupil tampak berwarna putih atau abu-abu, penglihatan yang buruk, nystagmus atau strabismus (mata juling). Gejala nytagmus pada mata bayi secara terlihat. Normalnya, bagian hitam mata (pupil) mengikuti gerak benda yang diperlihatkan padanya.

Tak ada cara lain untuk mengobati katarak selain operasi. Operasi katarak pada anak-anak dilakukan dengan bius umum. Lensa yang keruh diangkat dengan sebuah irisan kecil pada mata. Pada bayi yang baru lahir, operasi katarak baru bisa dilaksanakan ketika bayi berusia antara 2-6 bulan.

Pencegahan katarak pada bayi dan anak-anak bisa dilakukan saat ibu hamil. Dengan kontrol ke dokter secara rutin dan memperhatikan asupan gizi, penyakit tersebut bisa dihindari. Bisa juga dengan infeksi campak dengan imunisasi, mencegah terjadinya ophthalmia neonatorum pada bayi baru lahir dengan memberikan tetes mata antibiotic pada seluruh bayi yang baru lahir. Selain itu, juga perlu dicegah terjadinya syndrome rubella kongenital.

Sumber: Tabloid NYATA

ed-foto : http://www.indosiar.com

0 Responses to “Katarak Bisa Terjadi Pada Anak-Anak”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,470 hits

%d bloggers like this: