Antioksidan Hindarkan Pikun

Kepikunan adalah salah satu kondisi yang dihindari pada usia lanjut. Keadaan ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi pada saat orang masih muda.

Anda tentu pernah mendengar kisah tentang seorang bos pikun yang marah besar pada semua orang di kantornya karena kehilangan kacamata. Padahal kacamata itu dengan tenang sedang bertengger di dahinya.

Di tingkat yang lebih parah, penyakit pikun ini bisa berubah menjadi Alzheimer, yakni penyakit susunan syaraf pusat yang berhubungan dengan umur tua.

Penyakit ini disebabkan kerusakan sebagian dari sel saraf pusat dan kurangnya produksi zat kimia yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal (neurotransmitters). Untuk kelancaran tugasnya, neurotransmitters ini memanfaatkan sejumlah komponen dari makanan tertentu yang disebut precursors.

Dalam Journal of The American Medical Association diungkapkan temuan ada hubungan antara antioksidan dengan kepikunan. Terbukti bahwa antioksidan yang banyak terdapat pada bahan makanan tinggi kandungan vitamin E dan C, selain mampu mengusir dan mencegah serangan kanker ternyata juga mampu menghambat datangnya kepikunan di usia senja.

Menurut Marianne J. Engelbert, MD, MSc, epidemiologis dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, vitamin E dan C yang terdapat pada buah dan sayuran segar sangat ampuh melawan gejala pikun.

Hasil studi ini telah dibuktikan pada 5.000 responden pria dan wanita berusia sekitar 55 tahun. Penelitian dilakukan secara dua tahap dengan cara mengatur pola makan mereka.

Pada penelian pertama, selama enam tahun pada awal penelitian, data responden tidak menunjukkan gejala apa-apa. Tetapi pada enam tahun kemudian 197 orang responden menunjukkan gejala yang baik, 147 lainnya menunjukkan gelaja penyakit pikun.

Penelitian kedua, dilakukan pada pria dan wanita yang berusia 65 tahun, hasilnya sungguh luar biasa. Para peneliti tidak menemukan gejala pikun

Menurut para peneliti, keampuhan makanan segar yang mengandung vitamin E dan C ternyata tidak kalah ampuhnya dengan suplemen antioksidan yang banyak dijual di pasaran bebas. Justru makanan segar ini lebih berkhasiat dan dipastikan tidak mengandung bahan-bahan kimia yang membahayakan tubuh.

Fakta lain ditemukan UCLA, sebuah organisasi dunia yang bergerak di bidang kesehatan di India yang menemukan bahwa kunyit ternyata mengandung sejumlah bahan kimia yang mampu mengurangi terjadinya peradangan pada otak dan mencegah kepikunan.

Di India sendiri menambahkan bumbu kunyit dalam hidangan sehari-hari adalah hal biasa. Itulah sebabnya, bahwa hampir sebagain besar penduduknya terbebas dari gejala radang otak maupun pikun.

Selain itu makanan yang mengandung sejumlah besar boron yang mampu memberikan efek elektrik dalam otak. Menurut Dr. James Penland dari Human Nutrition Research Center, US Dept of Agriculture setidaknya otak kita membutuhkan 3 mg mineral boron perhari untuk menjaga agar otak dapat bekerja dengan baik.

Mineral hebat ini dapat diperoleh dari kacang-kacangan, brokoli dan buah-buahan seperti anggur, apel, pir dan peach.

Makanan ini adalah sumber zinc (seng). Contohnya, dalam 100 gram tiram ternyata dapat memasok kebutuhan zinc sebesar 20 mg. Mineral ini dapat meningkatkan kemampuan otak dalam menyimpan memori sehingga daya ingat bertahan lebih lama. Bonus lainnya, otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi.

Protein dapat memberikan efek menenangkan pada otak. Baik itu protein nabati maupun hewani. Demikian juga dengan makanan yang mengandung karbohidrat. Protein dapat membantu otak bekerja dengan cepat dalam menerima pesan.

Minuman pencegah pikun

Sedangkan untuk minuman yang mampu mencegah pikun seperti disebut dalam jurnal akademik Phytotherapy Research dikatakan orang yang minum teh secara rutin kemungkinan memiliki ingatan yang lebih baik dan dapat menghindari berkembangnya penyakit Alzheimer.

Para peneliti di Pusat Penelitian Tumbuhan Obat di Universitas Newcastle meneliti kandungan kopi, teh hijau dan teh hitam dalam satu seri penelitian menunjukkan bahwa teh dapat menghambat aktivitas enzim tertentu di otak.

Mereka menemukan bahwa teh hitam dan hijau dapat menghambat aktivitas enzim yang berhubungan dengan perkembangan penyakit Alzheimer, sedangkan kopi tidak memiliki pengaruh yang nyata.

Kedua jenis teh itu menghambat aktivitas enzim asetil cholin esterase (AChE), yang dapat merusak senyawa kimia pembawa pesan, atau neurotransmiter, asetilcholin. Alzheimer biasanya dicirikan dengan menurunnya kadar asetilcholin.

Teh hijau dan teh hitam juga menghambat aktivitas enzim butiril cholin esterase (BuChE) yang diketahui ada dalam lapisan protein yang ditemukan pada otak pasien berpenyakit Alzheimer.

Bahkan teh hijau memiliki pengaruh yang lebih jauh lagi, yakni menghambat aktivitas betasekretase yang memiliki peranan penting dalam produksi lapisan protein di otak yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.

Para ilmuwan menemukan pengaruh penghambatan oleh teh hijau berlangsung selama sepekan, sedangkan kemampuan menghambat enzim oleh teh hitam hanya selama satu hari.

Peneliti utama, Ed Okello mengatakan, “Walaupun tidak ada obat untuk Alzheimer, teh dapat menjadi senjata alternatif dalam memerangi penyakit itu dan memperlambat perkembangannya,” seperti dikutip dari Antara.

“Penemuan kami sangat menarik, karena teh telah menjadi minuman yang sangat populer, tidak mahal, dan sepertinya jika dikonsumsi tidak memiliki efek negatif apapun.”

Okello mengatakan penelitian itu membuktikan teh dapat meningkatkan kemampuan mengingat orang yang meminum teh secara rutin.

Sementara itu, Professor Clive Ballard, Direktur penelitian di Alzheimer’s Society, mengatakan, “Penelitian yang menarik ini dibangun dari bukti awal yang mengatakan bahwa teh hijau kemungkinan memiliki kelebihan.”

Para peneliti dari Universitas Newcastle sekarang mencari dana untuk melanjutkan pengujian pada teh hijau dan diharapkan dapat sampai pada percobaan klinis.

Selain itu James Penland dari Human Nutrition Research Center, US Dept. of Agriculture juga mengatakan diet yang dilakukan secara serampangan berpotensi mengurangi daya kerja otak

Dalam penelitiannya juga diketahui penyakit pikun ini paling rentan dialami oleh para perokok berat. Hal ini dikarenakan tubuh para perokok biasanya pertahanan tubuhnya lemah. Nah, kapan Anda berhenti merokok?
Sumber : Bisnis Indonesia

1 Response to “Antioksidan Hindarkan Pikun”


  1. 1 anim October 11, 2008 at 11:23 am

    apa pengaruh protein terhadap pikun/alzheimer??? khususnya protein dari hasil perikanan (ikan)
    terimaksih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,183 hits

%d bloggers like this: