Seberapa Pentingkah AQ?

Dalam dunia pendidikan kita mengenal istilah intelligent quotient (IQ) yang merupakan tingkat kepandaian seseorang. Selama ini IQ masih di anggap sebagai tolak ukur sampai sejauh mana tingkat kecerdasan seseorang.

Sebenarnya selain IQ ada lagi yang tidak kalah pentingnya, mungkin kita pernah mendengar istilah emotional quotient (EQ) yang sampai sekarang masih di jadikan tolak ukur kemampuan berempati dengan orang lain. Di tambah lagi dengan pentingnya mempertinggi spiritual quotient (SQ) dan adversityquotient (AQ).

Kecerdasan yang terakhir ini penting saat hidup serasa tak indah lagi. AQ mengukur kemampuan kita dalam mengatasi kesulitan. Hidup tak akan pernah lepas dari masalah dan karena masalah itulah kita menjadi lebih baik dalam hidup. Di setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar. Saat bergelut dengan masalah, sebenarnya kita sedang menyempurnakan hidup. Kadang, sesuatu yang tak nyaman dalam kehidupan ini, sesungguhnya merupakan penyempurnaan sisi spiritual bagi diri kita. Sayang, tak semua orang menyadarinya.

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari ini. Artinya dalam kehidupan ini kita harus selalu berupaya menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena jika hari ini hasilnya sama dengan hari kemarin berarti kita termasuk orang-orang yang merugi, sebab tidak akan kembali sedetik pun waktu yang telah lalu. Tetapi jika hari esok lebih buruk dari hari ini maka kita termasuk orang yang celaka. Di saat orang lain berlari untuk mencapai kemajuan yang lebih berarti kita baru bersiap-siap.

Musuh yang paling berbahaya sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Siapa orang pertama yang mengatakan kita tidak pintar? Siapa pula yang pertama berkata, kita tak bisa berhasil? Diri kita sendiri. Kita bahkan tidak memercayai diri kita bahwa kecerdasan yang kita miliki lebih dari apa yang ada sekarang. Kemampuan otak yang kita gunakan seperti fenomena gunung es. Hanya puncaknya yang kelihatan. Sesedikit itulah kemampuan yang baru kita manfaatkan.

Hidup di zaman sekarang sebenarnya lebih banyak yang harus dipelajari. Selain bertumpuknya kurikulum yang harus kita kejar juga banyak masalah yang harus di selesaikan.

Ibarat terhalang tembok tinggi, padahal kita harus berada di seberangnya. Kita harus belajar mencari jalan keluar. Jangan bertindak bodoh dengan membenturkan diri ke tembok yang keras karena itu sangat menyakitkan. Sebaiknya kita berpikir, kita bisa melompati tembok itu dengan bantuan sebuah tangga. Tak berhasil? hmm? pasti ada seutas tali untuk memanjat. Tak ada juga? Kita harus yakin, ada jalan lain untuk memutar, bukannya berkutat di depan tembok yang keras.

Sumber: koran harian WARTA KOTA

0 Responses to “Seberapa Pentingkah AQ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

March 2008
M T W T F S S
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 451,463 hits

%d bloggers like this: