Salju… Apaan Tuhhh ???

Salju berasal dari uap air yang berkumpul di atmosfir. Kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi, dan kemudian menggumpal membentuk awan. Awalnya, gumpalan-gumpalan uap air mengapung di udara karena massanya jauh lebih ringan daripada udara di bawahnya – jadi seperti udara di bawahnya menahan mereka di atas sana, persis seperti kayu yang tidak tenggelam di atas air.

Namun, setelah gumpalan uap air terus bertambah dan massanya semakin berat, udara di bawahnya tidak sanggup lagi menahannya dan gumpalan-gumpalan itupun jatuh. Jika temperatur udara di bawahnya cukup dingin, gumpalan tadi jatuh berupa kristal-kristal es (salju). Pada banyak kasus di dunia ini, proses turunnya hujan selalu dimulai dengan salju beberapa saat dia jatuh dari awan tapi kemudian mencair saat melintasi udara yang panas.

Nah, ada yang menarik saat gumpalan uap air jatuh dari awan. Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0 derajat Celcius. Untuk membuatnya beku, maka kita harus menurunkan temperatur di bawah 0 derajat Celcius. Ini mirip saat kita memanaskan air, air tidak langsung menguap pada suhu 100 derajat Celcius melainkan mendidih dulu. Zat memang butuh proses lagi saat dia berubah bentuk dari satu wujud ke wujud yang lain.

Ada sebuah percobaan menarik yang bisa dilakukan di dapur memanfaatkan fakta ini. Kalau anda bisa mendapatkan air murni, maka letakkanlah air murni tersebut dalam gelas atau mangkuk yang benar-benar bersih (tidak berdebu, berminyak, atau kotoran-kotran lainnya) dan tutup rapat-rapat. Masukkan ke dalam kulkas sampai temperaturnya 0 derajat Celcius.

Nah, sekarang sihir dimulai: Keluarkan air murni tersebut dengan hati-hati, buka tutupnya, dan masukkan ke dalam air murni tersebut sebongkah kecil batu es…. Anda akan menyaksikan fenomena yang menarik. Air murni di sekitar batu es kecil tersebut mulai membentuk kristal es, mengembang dan terus mengembang sampai semua air murni dalam mangkuk itu menjadi es!

Air memiliki sifat susah untuk memulai pembentukkan kristal es. Biasanya, dalam percobaan kimia ada zat-zat khusus yang ditambahkan untuk mempercepat pembekuan es. Dalam proses terciptanya salju juga demikian. Di udara di atas sana, ada sejenis “debu alam” (bukan berasal dari polusi) yang berfungsi sebagai batu es dalam percobaan air murni kita tadi. Debu ini disebut nucleator. Gumpalan-gumpalan uap air yang jatuh dari awan bercampur dengan nucleator, membuat uap air cepat membentuk kristal-kristal es (SALJU!).

Selain berfungsi sebagai pemercepat pembekuan, nucleator juga menjadi perekat antar uap air. Sesaat sebelum salju jatuh ke bawah, semakin banyak partikel air yang terkondensasi dan membeku membentuk kristal es karena nucleator ini. Kumpulan kristal-krisal es ini membentuk lapisan salju. Kristal salju memiliki bentuk unik. Tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia, ini persis seperti sidik jari kita. Bayangkan, tidak terhitung banyaknya kristal salju yang sudah turun di muka Bumi ini dan tidak satupun yang memiliki bentuk kristal yang sama… masyaallah.

Sumber: http://www.bluebrainers.com

0 Responses to “Salju… Apaan Tuhhh ???”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

March 2008
M T W T F S S
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 451,463 hits

%d bloggers like this: