Blue Energy Siapkan Produksi 10 Liter per Detik

Bahan bakar murah yang ditemukan Joko Suprapto segera diproduksi masal. Setidaknya, warga Jakarta dan sekitarnya bisa segera menikmatinya pada April 2008.

Saat ini, tim pengembangan bio energy rendah emisi itu sedang menyiapkan insfrastruktur produksi dengan kapasitas 10 liter per detik. “Kami ingin secepatnya. Istilahnya, netesnya (sementara untuk) orang Jakarta itu April (2008),” kata Heru Lelono, staf khusus Presiden SBY.

Kapasitas produksi itu, menurutnya, setara dengan produksi kilang minyak Pertamina sebesar 5.000 barrel per hari. Bahkan, kilang minyak Pertamina tidak ada yang memiliki kapasitas sebesar itu. Adapun lokasinya dipusatkan di Cikeas, Bogor. Peletakan batu pertama pembangunannya dilakukan SBY beberapa hari lalu.

Namun, lanjut Heru, tempat itu bukan dimaksudkan sebagai lokasi industri. Melainkan, lebih sebagai taman teknologi. Tujuannya, sebagai pusat pengembangan blue energy. “Jadi, kalau ingin membuat kapasitas produksi yang lebih besar, kita melatih dulu operator-operatornya di tempat itu,” lanjutnya.

Ke depan, kata Heru, bahan bakar blue energy itu akan sangat membantu bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan. Sebab, dapat menghemat pengeluaran negara akibat subsidi BBM yang mencapai ratusan triliun per tahun. Ini dengan asumsi harga minyak dunia mencapai USD 90 ribu per barrel.

“Negara tidak harus mengeluarkan biaya lagi untuk subsidi. Paling tidak separonya, sekitar Rp 50 triliunlah,” kata Heru sebelum kembali meneruskan perjalananya sekitar pukul 10.00.

Sementara itu, Joko Suprapto mengungkapkan, blue energy bisa murah karena teknologi listrik yang murah pula. “Yang utama harus ada listrik murah. Kalau tidak, sama saja. Sebab, energi untuk membuat blue energy ini sangat besar,” ungkapnya.

Joko mengaku, saat ini bisa menghasilkan blue energy dengan harga sekitar Rp 3.000 per liter untuk setiap bahan bakar pengganti. Termasuk premium dan solar. “Kalau minyak tanah sekitar dua ribuan tanpa subsidi,” jelasnya.

Harga itu jauh lebih murah dibanding dengan harga BBM saat ini. Yakni, Rp 4.500 per liter untuk bensin dan Rp 2.500 untuk minyak tanah. Padahal, harga tersebut sudah termasuk subsidi dari pemerintah.

Menurut Joko, beberapa bagian infrastruktur pembangunan taman teknologi di Cikeas itu disiapkan dari laboratoriumnya di Ngadiboyo, Rejoso. April 2008, produksinya ditargetkan bisa mencapai sepuluh liter per detik. “Saat ini tengah dikerjakan. Kalau sudah siap nanti dibawa ke Jakarta,” terang Joko.

Dari pantauan Radar Kediri, persiapan tersebut dilakukan di sebuah lahan tak jauh dari rumah pemilik dua stasiun radio FM itu. Kemarin, para pekerja tampak sibuk mengerjakan berbagai keperluan. “Casing mesinnya pekerja yang membuat. Tapi, nanti, isinya saya yang merangkai sendiri,” kata penggemar wayang kulit itu. (jie)

Blue Energy Temuan Joko
– Bahan dasar air (pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min)
– Bisa dipakai untuk pengganti solar, bensin, avtur, maupun minyak tanah.
– Rendah emisi dan irit
– Murah, Rp 3.000 per liter
– Pusat produksi di Cikeas, Bogor

Sumber: Jawa Pos

0 Responses to “Blue Energy Siapkan Produksi 10 Liter per Detik”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

March 2008
M T W T F S S
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 451,463 hits

%d bloggers like this: