Black Box

newsimage8.jpeg

Faktor keselamatan merupakan faktor utama dalam pengoperasian pesawat terbang. Berbagai macam regulasi dan peraturan harus ditaati, tapi kecelakaan tetap sering terjadi. Salah satu peralatan yang wajib terpasang dalam pesawat terbang adalah alat perekam penerbangan yang sering disebut black box atau kotak hitam sebagai alat untuk menguak tabir penyebab kecelakaan.

Alat perekam penerbangan yang sering disebut black box atau kotak hitam itu ternyata warnanya tidak hitam, melainkan orange terang agar mudah ditemukan bila terjadi kecelakaan. Black box ini terdiri dari dua alat perekam yaitu perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) dan perekam percakapan pilot Cockpit voice recorder (CVR). Ide pembuatan black box dirintis pertama kali oleh Wright bersaudara dari Inggris pada era setelah perang dunia 1. Saat itu mereka berusaha membuat sebuah alat perekam yang mampu mendeteksi putaran propeler (baling-baling) pada pesawat. Dalam perkembangan selanjutnya alat tersebut mampu merekam lebih banyak lagi data tentang pesawat yang sedang terbang.

Kotak hitam ini dirancang mempunyai dua fungsi, pertama untuk memberi akurasi dan koreksi terhadap kesalahan pilot atau kesalahan sistem pesawat dan kedua untuk menganalisis insiden kecelakaan supaya menjadi bahan pencegahan kesalahan di masa selanjutnya. Kotak hitam menggunakan potensiometer yang dihubungkan dengan kawat atau kabel baja ke ruang kontrol pesawat dan merekam perubahan frekuensi ke dalam pita magnetik yang ada di dalam kotak metal tahan api dan benturan.

Pada era 1960-an dibuatlah black box dengan menggunakan magnetic Type yang mempunyai durasi rekam selama 30 menit untuk CVR dan 25 jam untuk FDR dengan menampilkan lebih dari 100 informasi mengenai operasional pesawat. Setelah tahun 1990-an black box mulai menggunakan Solid State Memory Chips sehingga durasi rekaman meningkat menjadi 2 jam untuk CVR dan tetap 25 jam untuk FDR namun dengan variasi informasi sudah mencapai 700 data. Saat ini black box yang dipasarkan dengan harga antara US$10.000 s/d US$15.000 merupakan kelengkapan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pesawat komersial di dunia.

Dengan berkembangnya media penyimpanan, perangkat digital kotak hitam ini diganti dengan flash memory yang mencatat umumnya 88 parameter dalam 8 bit, seperti jam, posisi GPS, kondisi mesin, catatan kontrol pesawat, dan sebagainya. Setiap parameter dicatat setiap detiknya, meskipun ada beberapa parameter yang bisa berubah cepat di bawah satu detik. Flight Data Recorder (FDR) mencatat semua sensor hanya untuk beberapa hari. Jadi dalam satu hari penuh FDR hanya membutuhkan ruang flash memory sekitar 8 megabyte.

Black box dikemas dalam Crash Survivable Memory Unit (CSMU) yang dibuat untuk mampu bertahan pada suhu yang sangat extrem panas, impact yang besar dan perubahan pressure yang drastis. Umumnya, kotak hitam disimpan di bagian buntut pesawat dan mempunyai kemampuan self-eject serta mudah dideteksi oleh sonar atau radar. Administrasi Penerbangan Amerika (FAA) membuat regulasi kotak hitam harus mempunyai kemampuan merekam dalam kondisi temperatur 1100 derajat celsius selama satu jam dan tekanan air sedalam 20 ribu kaki mampu bertahan di kedalaman laut yang asin terkena berbagai cairan serta tekanan 3400 kali gravitasi selama 6,5 detik. Mampu bertahan didasar laut selama 30 hari.

Di samping itu black box juga juga dilengkapi dengan under water locator beacon untuk dapat diketahui lokasinya apabila tenggelam di laut. Kotak hitam juga dirancang sebagai perangkat yang solid-state sehingga mempunyai nilai perawatan hampir nol. Baterenya pun dirancang untuk tahan selama 6 tahun. Beberapa tahun mendatang perusahaan pembuat black box juga merencanakan untuk dapat membuat cockpit video recorder.

Beberapa ahli berpendapat nama black box diambil dari pertama kali alat itu dibuat yang berbentuk kotak dan berwarna hitam. Jika pesawat jatuh ke dalam laut seperti kejadian pesawat Adam Air KI-574, under locator beacon yang terdapat dalam black box akan mengirim sebuah gelombang ultra sonik yang hanya dapat dideteksi dengan sonar dan Acoustical Locating Equipment.

Beacon yang mampu bertahan selama 6 tahun itu akan mengirim pulsa pada pancaran 37,5 kHz setiap detik selama 30 hari dan dapat memancar dari kedalaman lebih dari 4.000 meter di bawah permukaan laut. Setelah black box ditemukan, tim investigasi akan membawa alat tersebut ke laboratorium, yang belum ada di Indonesia, untuk di download sehingga data yang terekam dapat dibaca. Proses ini memakan waktu dari 1 minggu sampai beberapa bulan tergantung dari kondisi black box tersebut.

http://desapto.freespaces.com

Sumber: berbagai sumber.

0 Responses to “Black Box”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

March 2008
M T W T F S S
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 451,470 hits

%d bloggers like this: