Archive for the 'Pelestarian Lingkungan' Category

Ketika Atmosfer Sakit

“Selimut”, kata ini bisa mewakili fungsi atmosfer bila dilihat dari beberapa segi. Selimut mempertahankan kehangatan untuk tubuh sekaligus menahan desiran udara dingin dari sisi luar. Demikian pula dengan beberapa fungsi atmosfer bumi yang tersusun dari berbagai macam gas. Gas-gas rumah kaca (greenhouse gases) berfungsi mempertahankan temperatur di permukaan bumi pada tingkat yang sesuai untuk kehidupan sedangkan gas ozon di lapisan stratosfer berfungsi menapis sinar Ultra Violet B & C yang dipancarkan matahari. Selain kedua fungsi tersebut, atmosfer kita masih memiliki beberapa fungsi lain, diantaranya: membakar meteor yang memasuki wilayah atmosfer bumi ・sehingga bumi tidak menjadi sasaran empuk bombardir meteor, menyediakan oksigen untuk pernafasan makhluk hidup, menyediakan karbon dioksida untuk keperluan tumbuhan, hingga memunculkan fenomena pelangi yang dikagumi. Aliran udara melewati sayap pesawat terbang menghasilkan gaya angkat pada pesawat ・fakta keberadaan atmosfer memungkinkan dilakukannya transportasi super cepat melalui udara.

Uraian di atas menunjukkan betapa pentingnya keberadaan atmosfer bagi kehidupan makhluk di bumi. Namun demikian, salah satu masalah kontemporer utama abad ini adalah sakitnya atmosfer kita. Dua penyakit akut yang melanda atmosfer kita adalah penipisan lapisan ozon (atau lebih dikenal dengan sebutan ozone hole) dan pemanasan global. Continue reading ‘Ketika Atmosfer Sakit’

Teknik, Cara, Metode Pembuangan & Pengelolaan Tempat Sampah Akhir – Sanitary, Ladfill, Incineration, Kompos, Pulverisation, Dll

Mengolah sampah dengan baik tanpa ada masalah adalah idaman setiap kota-kota di dunia. Dengan mengelola dan mengolah sampah dengan baik maka dapat mengurangi resiko timbulnya berbagai jenis penyakit yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dan dirawat dengan sepenuh hati.

Tehnik-teknik yang dapat digunakan untuk menajemen sampah perkotaan :
Continue reading ‘Teknik, Cara, Metode Pembuangan & Pengelolaan Tempat Sampah Akhir – Sanitary, Ladfill, Incineration, Kompos, Pulverisation, Dll’

Belajar Untuk Menyelamatkan Bumi

Minggu (16/08), Tzu Chi Medan mengadakan serangkaian acara penyuluhan dalam rangka Hari Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Pagi harinya, diadakan pelatihan bagi sekitar 90 relawan Tzu Chi, sebagian besar adalah relawan yang baru bergabung. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para relawan dengan pengetahuan tentang Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, sebelum nantinya mereka akan ikut melakukan penyuluhan ke dalam masyarakat luas. Pelatihan diisi dengan tayangan video ceramah Master Cheng Yen yang berjudul, “Air merupakan sumber kehidupan”, serta presentasi bertopik “Pemanasan Global” oleh Endang Kamal dan “Pengenalan Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi” oleh Arifin Djaja.

Continue reading ‘Belajar Untuk Menyelamatkan Bumi’

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme

Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)

Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar  luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Continue reading ‘Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme’

Ubah Kotoran Sapi Menjadi Meja dan Kursi

Para peneliti di Michigan State University bekerja sama dengan Departemen Pertanian AS (USDA) mengembangkan teknik pemrosesan dan pemurnian kotoran sapi agar menjadi serbuk yang siap dipakai sebagai material penguat serat. Kedengarannya menjijikan tapi jangan khawatir karena kotoran sapi yang sudah diolah tidak lagi berbau dan tidak membahayakan.

Sejak lama peternak tradisional memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk kompos alami yang hanya ditaburkan di sekitar tanamannya. Namun, karena jumlah peternakan yang semakin besar dan tidak sebanding dengan lahan garapan, kotoran sapi menjadi limbah. Bau kotoran sapi menjadi polusi yang mengganggu lingkungan perumahan. Sebagian peternak bahkan harus mengeluarkan uang begitu besar hanya untuk menangani limbah ini.
Continue reading ‘Ubah Kotoran Sapi Menjadi Meja dan Kursi’

Briket Tandan Sawit Alternatif Pengganti BBM

Apabila dulu pemerintah getol untuk mensosialisasikan pengunaan batubara sebagai pengganti minyak tanah, sekarang ada alternatif pengganti BBM lainnya yaitu tandan sawit. Briket tandan kosong kelapa sawit yang memiliki nilai bakar standar bahan bakar yakni di atas 5000/kal/gr dapat dipakai sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah.

Briket ini diteliti Arganda Mulia, mahasiswa program pasca sarjana teknik kimia Universitas Sumatera Utara (USU) itu telah memiliki syarat sebagai bahan bakar dan telah melewati pengujian kadar CO x, NO x dan SO x.
Continue reading ‘Briket Tandan Sawit Alternatif Pengganti BBM’

Global Warming : Tahun 2040, 2.000 Pulau Tenggelam

Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.

“Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?” barangkali begitulah Anda berpikir.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 ? 0,3o C.

Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun..
Continue reading ‘Global Warming : Tahun 2040, 2.000 Pulau Tenggelam’

Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan merupakan bahaya yang menimbulkan kerugian material, nyawa dan luka-luka. Hawa panas yang luar biasa, asap tebal yang mencekik, mampu membuat panik, disorientasi, ketakutan terhadap manusia atau binatang yang berada di jalur api.

Yang jarang diwaspadai adalah ilustrasi musik yang menyertai kebakaran. Dari gabungan letupan benda ditingkahi raungan mesin jet. Beberapa korban yang selamat dari sergapan api kadang dihantui ketakutan yang mencekam sehingga membutuhkan perawatan psikologi.

Kita mengenal kebakaran hutan atas dua bagian yaitu kebakaran alang-alang atau semak dan kebakaran hutan atau pepohonan. Kebakaran semak atau alang-alang umumnya tidak terlalu hebat, namun kecepatannya cukup “nggegirisi” karena mampu berpindah tempat dengan kecepatan 25 km/jam sehingga dalam waktu singkat mampu penyergap korban seperti manusia, hewan dan benda-benda lainnya.
Continue reading ‘Kebakaran Hutan’

Biopori, Teknologi Solusi Banjir

Mungkin ada baiknya kota-kota yang selalu menjadi langganan banjir seperti Jakarta dan Pekanbaru, mencoba teknologi yang satu ini. Teknologi biopori ini ditemukan oleh Ir. Kamir R Brata MS dosen ilmu tanah, air, dan konservasi lahan Fakultas Pertanian IPB.

Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat aktifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Continue reading ‘Biopori, Teknologi Solusi Banjir’

Selamatkan Hutan dengan CetakanTimbal-balik

Global warming mengancam dunia kita. Es kutub mencair membuat sebagian daratan terendam, bumi semakin hot, hujan dan panas semakin tidak menentu gilirannya, puting beliung makin sering aja mampir bikin orang miskin tambah miskin, apalagi ditambah dengan bahaya banjir. Tapi kita yang bekerja di kantor kok sepertinya tidak ada yang peduli. Kita bisa berpartisipasi dan peduli terhadap global warming tersebut yaitu dengan “ngeprint timbal balik” alias mencetak dokumen bolak-balik.
Continue reading ‘Selamatkan Hutan dengan CetakanTimbal-balik’

Tidak Semua Limbah Beracun Itu Tidak Berguna

Pencemaran lingkungan yang sering terjadi dinegara – negara berkembang lebih banyak dikarenakan limbah – limbah dari hasil akhir produksi yang tidak dapat dikelolah dengan baik. Kini dunia tehnologi telah menemukan terobosan baru untuk memanfaatkan limbah beracun tersebut salah satunya dari limbah beracun yang dihasilkan oleh penambangan batubara dan logam.
Continue reading ‘Tidak Semua Limbah Beracun Itu Tidak Berguna’

Pengembangan Bahan Plastik Biodegradabel Berbahan Baku Pati Tropis

Sampah plastik menjadi masalah lingkungan berskala global. Plastik banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, karena mempunyai keunggulan-keunggulan seperti kuat, ringan dan stabil, namun sulit terombak oleh mikroorganisme dalam lingkungan sehingga menyebabkan masalah lingkungan yang sangat serius. Pengembangan bahan plastik baru yang dapat hancur dan terurai dalam lingkungan dengan hasil akhir air dan gas karbondioksida, atau dikenal dengan sebutan plastik degradabel, merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah penanganan sampah plastik. Di Jepang telah disepakati penggunaan nama plastik hijau (GURUIINPURA) untuk plastik biodegradabel.
Continue reading ‘Pengembangan Bahan Plastik Biodegradabel Berbahan Baku Pati Tropis’

Global Warning

Pernyataan di bawah berikut ini mungkin akan membuat kita tersentak sekaligus terbelalak. Ia berbunyi: “Pernyataan pemanasan global itu sungguh nyata cuma omong kosong. Pernyataan itu diulang-ulang oleh para aktivis guna meyakinkan sekaligus menakut-nakuti publik bahwa iklim akan berubah menjadi malapetaka, dan aktivitas manusialah penyebab utamanya.” Kalimat itu diucapkan senator AS dari Partai Republik, James Inhofe, yang juga merupakan Ketua Environment and Public Works Committee Senat AS, setahun lalu.

Pernyataan itu diperkuat lagi dengan pernyataan Direktur NASA Michael Griffin dalam wawancara dengan sebuah radio lokal di AS belum lama ini, yang menunjukkan keraguan sang direktur bahwa pemanasan global adalah tantangan terbesar yang harus diatasi manusia. Dalam wawancara tersebut, salah satu petikan pernyataan Griffin yang kemudian banyak dikutip adalah, “Iklim bumi saat ini adalah iklim yang terbaik yang pernah kita punyai.”

Benarkah pemanasan global sungguh-sungguh merupakan akibat dari ulah manusia yang terlalu rakus mengeksploitasi bumi dan ceroboh menjaga keseimbangan alam? Apakah pemanasan global dan perubahan iklim adalah hal terpenting yang harus diatasi manusia?
Continue reading ‘Global Warning’


IP

Jakarta

July 2014
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 409,360 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.