Selama sebulan ini saya baru saja membaca novel laskar pelangi karya Andrea hirata karena diwajibkan oleh guru bahasa Indonesia. Awalnya saya bosan mebaca novel ini karena ada hal-hal yang tidak penting tapi diceritakan di novel ini, seperti PN Timah. Tetapi setelah bebapa bab saya membaca novel ini ternyata sangat kisah yang diceritakan cukup menarik. Setelah membaca seluruh novel ini saya terinspirasi dengan seorang yang bernama Lintang. Saya terinspirasi karena ia harus mengayuh sepedanya sekitar 80 km untuk pulang pergi dari rumah nya sampai ke sekolah hanya untuk mendapatkan pendidikan. Sedangkan kita yang memiliki sekolah yang lebih dekat saja malah bermalas-malasan belajar apa lagi kita sudah hidup di kota yang sudah memiliki kendaraan bermotor. Selain itu Lintang besekolah di sekolah Muhammadiyah yang bangunannya sudah rusak berat. Sedangkan kita sudah dapat bersekolah di bangunan yang kokoh dan kalau hujan tidak bocor. Oleh karena itu kita harus bersyukur kita sudah dapat bersekolah dengan enak saat ini. Hal-hal lain yang membuat saya terinspirasi adalah kesuksesan seseorang itu tidak dapat dilihat dari kepintarannya, seperti Lintang yang tadinya sebagai seorang anak yang jenius harus menjadi supir truk. Lain lagi dengan Kucai yang saat di sekolah mempunyai kecerdasan yang tidak begitu pintar tetapi ia dapat menjadi wakil rakyat dan mendapatkan gelar doktor. Oleh karena itu saya dapat mengambil kesimpulan bahwa hidup kita itu ditangan Tuhan dan juga kita harus berusaha, jangan bermalas-malasan. Menurut pendapat saya Lintang itu kurang berusaha dan hanya pasrah saja, kalau ia mempunyai usaha untuk bekerja ia pasti tidak akan menjadi supir truk walaupun ia harus berhenti sekolah, apalagi ia sudah mempunyai kecerdasan yang luar biasa bahkan saya saja yang kelas 3 SMA mungkin kalah pintar dari dia.
Boy, selain kerja keras ada juga yg namanya nasib dan keberuntungan.
Kisah Lintang itu mirip banget kisah bokap gw. Selalu ranking satu dari kelas 1 SD tapi putus sekolah di SMP karena sebagai anak lelaki tertua harus bantu ortunya cari nafkah demi ngasih makan adek2nya yg banyak dan masih kecil2. Akhirnya cuma jadi kuli pabrik. Bokap gw itu pinter banget, sampe sekarang masih gape tuh ngerjain soal2 fisika, kimia dan matematika bareng adek gw yg kuliah di MIPA dan Teknik UI.
Bokap gw bukan pemalas, dia udah coba kerja segala macam demi adek2nya dan anak2nya, dari jadi tukang ojek, ngajar les privat matematika, fisika dan bahasa Inggris sampe jualan indomie rebus (yang semuanya dikerjakan di sela2 waktu istirahat atau sebelum dan sesudah pulang dari kerja di pabrik). Berangkat subuh pulang tengah malam. Tapi ya rezekinya segitu2 aja karena banyak anggota keluarga yg harus dia tanggung. Jadinya miskin2 juga.
Gw bukannya mau curhat banyak soal keluarga gw. Gw cuma mau bilang, jangan langsung menghakimi Lintang sebagai orang yg pasrah atau kurang berusaha. Bisa saja Lintang itu ya seperti bokap gw, cerdas, pekerja keras, tekun, tapi harus (dan rela) berkorban demi orang2 di sekelilingnya, dan sialnya nasib baik tidak berpihak kepadanya.
Untunglah gw dan adek2 gw seperti Ikal yg justru termotivasi dengan nasib bokap gw yg menyedihkan seperti Lintang.
Bravo Julius,, ternyata kau mampu menemukan nilai – nilai yang ada dalam “Laskar Pelangi”. Semoga buka hanya sesaat saja semangat dan nilai – nilai itu kausadari….kembangkan dan terus – teruslah memompa dari dalam dirimu agar semngat dan nilai – nilai iti terus berkobar di kehidupanmu…
Kejarlah mimpi – mimpimu dan sukses buatmu…..
Kembangkan terus potensimu dan belajarlah terus tanpa berhenti……
Selamat julius kau menemukan nila – nilai dalam “Laskar Pelangi”. Mudah – mudahan bukan hanya sesaat semangat dan nilai – nili itu tinggal dalam kehidupanmu…
teruslah bersemangat dan kejarlah mimpi – mimpimu…
suksess buatmu…
motivasi n inspirasi hidup..salam sehat selalu
Good Luck! Your blog is interesting, and your articles and analizes are so useful and accurate. Go ahead and be creative forever!
blog super keren
isinya berbobot,intinya kerrennn banget