Terapi Hormon untuk Wanita Menopause

Rasa gelisah, takut, dan kurang percaya diri tidak selalu berarti gangguan psikis. Keluhan pusing, berkeringat banyak, dan dada berdebar-debar juga belum tentu gangguan kardiovaskular. Bisa jadi semua itu pertanda kekurangan hormon estrogen. Apalagi jika terjadi pada wanita berusia 40 tahunan. Di negara maju, keluhan tersebut diatasi dengan terapi hormon.

Pada wanita menopause umumnya memang sering timbul keluhan akibat kekurangan hormon estrogen. Keluhan itu seperti dada berdebar-debar, berkeringat banyak, pusing, gelisah, merasa takut, kurang percaya diri, cemburu yang berlebihan, sakit saat berhubungan seks, gairah seksual menurun, mata kering, kerongkongan kering, serta nyeri tulang dan otot.

Dalam jangka waktu 5-10 tahun setelah menopause, akan timbul masalah seperti osteoporosis (tulang rapuh), penyakit jantung koroner, demensia (pikun) atau Alzheimer, stroke serta inkontinensia urin (mudah mengompol).

Masalahnya, kaum wanita umumnya menganggap menopause merupakan sesuatu yang wajar. Keluhan yang timbul dianggap proses alami dan tidak merasa perlu diobati. Tapi tidak jarang para suami, yang melihat perubahan pada istrinya justru datang ke dokter untuk berkonsultasi karena istrinya mudah marah, pelupa, dan membuat sejumlah keputusan yang salah sehingga lingkungan kerja dan keluarga menjadi serba salah.

Banyak wanita yang khawatir menggunakan terapi hormon karena takut terkena kanker payudara. Mereka lebih berani menggunakan obat-obatan seperti anti nyeri, obat tidur, obat rematik, atau obat jantung selama bertahun-tahun tanpa takut terhadap efek samping. Padahal terapi hormon sangat banyak manfaatnya, seperti mengatasi depresi, meningkatkan kualitas hidup, bisa melakukan hubungan seks tanpa rasa sakit, mempertahankan kekenyalan otot, kulit tidak keriput, dan mengatasi masalah inkontinensia.

Sebelum terapi, pasien akan diperiksa kesehatannya dulu, termasuk deteksi dini kanker mulut rahim dan payudara dengan pap-smear dan mamografi. Untuk mencegah kejadian tumor atau kanker, kini digunakan gabungan hormon (estrogen-progesteron) dalam dosis rendah. Cara pemberian hormon pun bermacam-macam, yaitu koyok, tablet, krim, suntik, dan implant sebagai pilihan terakhir.

sumber : http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1204

About these ads

2 Responses to “Terapi Hormon untuk Wanita Menopause”


  1. 1 Via March 24, 2009 at 9:28 pm

    Saya skr 27 tahun, dan telah manapous krn rahim & kedua indung telur saya sdh diangkat dlm operasi mioma uteri. . .ini sdh nasib saya dan saya ikhlas dgn rencana allah trhdp saya. Suami sy pun demikian, walaupun dlm hati saya takut suami sangat terganggu dgn keadaan saya. Yang saya mau tanyakan, bagaimana saya memanage tubuh sy sendiri ? Adakah makanan2 yg bs menghasilkan hormon estrogen selain obat2an untuk hormon?

  2. 2 nani January 31, 2010 at 6:24 pm

    membayangkan menopause i…takut,,,,,,,,,,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




IP

Jakarta

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 417,492 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: