Arsip untuk April 12th, 2008

Mengenal Lebih Dekat, Fuel Cell

Fuel cell, mungkin sudah tidak asing di telinga kita. Dewasa ini seiring dengan makin mahalnya dan terbatasnya minyak bumi (ada yang memperkirakan 40 tahun lagi akan habis), penggunaan alternatif energi sangat didengung-dengungkan, dan salah satunya adalah energi hidrogen.

Fuel cell merupakan sel penghasil listrik dg hidrogen sebagai bahan bakarnya. Di masa depan, dengan menggunakan energi alam seperti energi matahari, dan lainnya dan air laut sebagai sumber hidrogen, bukan tidak mungkin hidrogen bisa berkembang sebagai sumber energi yang “gratis” dari alam. Jika hal itu terjadi, siapapun pasti akan memilih energi hidrogen yang ramah akan lingkungan. Sehingga fuel cell sangat lah diperlukan.
Dengan perkembangan teknologi hidrogen, bisa jadi pada abad ini gasoline engine akan menghilang dan akan digantikan oleh fuel cell. Pembangkit listrik tenaga thermal dan kabel listrik akan menghilang, sebagai gantinya, di setiap rumah akan memiliki satu fuel cell sebagai sumber energinya. Wah kok jadi berandai-andai ya. Tapi kesemuanya itu bukanlah suatu hal yang mustahil. Lanjutkan membaca ‘Mengenal Lebih Dekat, Fuel Cell’

Ketika Atmosfer Sakit

“Selimut”, kata ini bisa mewakili fungsi atmosfer bila dilihat dari beberapa segi. Selimut mempertahankan kehangatan untuk tubuh sekaligus menahan desiran udara dingin dari sisi luar. Demikian pula dengan beberapa fungsi atmosfer bumi yang tersusun dari berbagai macam gas. Gas-gas rumah kaca (greenhouse gases) berfungsi mempertahankan temperatur di permukaan bumi pada tingkat yang sesuai untuk kehidupan sedangkan gas ozon di lapisan stratosfer berfungsi menapis sinar Ultra Violet B & C yang dipancarkan matahari. Selain kedua fungsi tersebut, atmosfer kita masih memiliki beberapa fungsi lain, diantaranya: membakar meteor yang memasuki wilayah atmosfer bumi ・sehingga bumi tidak menjadi sasaran empuk bombardir meteor, menyediakan oksigen untuk pernafasan makhluk hidup, menyediakan karbon dioksida untuk keperluan tumbuhan, hingga memunculkan fenomena pelangi yang dikagumi. Aliran udara melewati sayap pesawat terbang menghasilkan gaya angkat pada pesawat ・fakta keberadaan atmosfer memungkinkan dilakukannya transportasi super cepat melalui udara.

Uraian di atas menunjukkan betapa pentingnya keberadaan atmosfer bagi kehidupan makhluk di bumi. Namun demikian, salah satu masalah kontemporer utama abad ini adalah sakitnya atmosfer kita. Dua penyakit akut yang melanda atmosfer kita adalah penipisan lapisan ozon (atau lebih dikenal dengan sebutan ozone hole) dan pemanasan global. Lanjutkan membaca ‘Ketika Atmosfer Sakit’

Ubi Jalar, Saatnya Menjadi Pilihan

Pembangunan ketahanan pangan (food security) di Indonesia telah ditegaskan dalam undang-undang nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Ketahanan pangan ini dirumuskan sebagai usaha mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rumah tangga, dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merata, serta terjangkau oleh setiap individu.

Mengacu pada definisi di atas, karena saat ini masih banyak rumah tangga yang belum mampu mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup, terutama dalam hal mutu dan tingkat gizinya, maka cukup jelas bahwa ketahanan pangan belum tercapai.
Lanjutkan membaca ‘Ubi Jalar, Saatnya Menjadi Pilihan’

Bagaimana Sel Kanker Berjalan ?

Istilah kanker berasal dari bahasa latin yang artinya adalah kepiting. Penyakit keganasan, kanker, diibaratkan seperti capit-capit lengan kepiting oleh seorang Hippocrates, yang mengamati bahwa penyakit kanker dapat menyebar didalam tubuh dan biasanya berakhir pada kematian.

Apakah sel kanker itu? Secara umum sel kanker didefinisikan sebagai sel yang tidak normal, yang tumbuh serta berkembang biak secara cepat dan tidak terkendali. Sel kanker tidak peduli dengan keterbatasan zat makanan, ruang dan fakta kalau mereka harus berbagi dengan sel-sel normal yang ada disekitarnya. Lebih jauh dari pada itu, mereka mengabaikan perintah untuk berhenti berbiak oleh tubuh yang bersangkutan.

Sel tubuh yang normal juga tumbuh, membelah diri dan pada saat tertentu mereka akan mati. Akan tetapi pada sel kanker, mereka terus tumbuh, memperbanyak diri dan berusaha menghindari kematiannya (apoptsis), lebih buruknya lagi kecepatan pertumbuhan sel kanker jauh melebihi sel-sel yang normal. Lanjutkan membaca ‘Bagaimana Sel Kanker Berjalan ?’

Germline Stem Cells – Regenerasi Sel Telur: Ilmu Baru dari Paradigma Lama

Doktrin utama dalam biologi reproduksi pada mamalia betina adalah bahwa mereka lahir dengan dibekali oleh sel telur dalam jumlah tertentu yang akan matang satu persatu seiring dengan perkembangannya yang kemudian dikenal dengan fenomena menstruasi.

Secara umum, sel telur (oocyte) pada wanita akan terus berkurang melalui mekanisme apoptosis, setelah individu tersebut dilahirkan oleh induknya [1]. Pada manusia, cadangan oocytes akan menipis dan diperkirakan akan habis dalam kurun waktu ± 5 dekade, yaitu saat memasuki masa menopause [2]. Lanjutkan membaca ‘Germline Stem Cells – Regenerasi Sel Telur: Ilmu Baru dari Paradigma Lama’

Integrasi Fungsi pada Infrastruktur Penangkal Banjir

Berwisata ke taman hiburan seperti Disneyland atau Dunia Fantasi tentulah menyenangkan. Wisata ini menjadi lebih mengasyikkan jika ternyata lokasi yang dikunjungi adalah pulau hasil reklamasi di muara sungai yang sekaligus juga berfungsi sebagai infrastruktur penahan banjir dari badai dan gelombang pasang laut.

Taman hiburan yang unik ini adalah kawasan Waterland Neeltje Jaans yang letaknya di muara sungai Oosterschelde, Provinsi Zeeland, Belanda. Waterland Neeltje Jaans pada awalnya adalah gundukan pasir di muara sungai yang direklamasi untuk dijadikan pangkalan bagi konstruksi infrastruktur penahan gelombang laut sekaligus tempat pembuatan komponen pra-cetak. Setelah proses pembangunan selesai, pulau seluas 1,5 kilometer persegi ini dijadikan fasilitas wisata keluarga dengan komodifikasi wahana-wahana bertemakan laut. Wahana yang terdapat disini adalah: Perosotan Air, Mesin Badai, Pelataran Air, Singa Laut, Dunia Paus, Moby Dick, Makanan dari Laut, Pantai Bermain, Pantai Marina, dan Patung Pasir.

Peresmian infrastruktur penahan gelombang Oosterschelde di tahun 1986 menandai puncak pencapaian sains dan teknologi manusia dalam ‘menaklukkan’ ancaman bencana banjir dari laut. Konstruksi ini merupakan rangkaian dari Proyek Delta yang bertujuan melindungi dataran rendah dari ancaman banjir yang datang dari laut, khususnya pada daerah yang terletak di bawah muka Laut Utara di sepanjang pesisir timur dan wilayah muara sungai di selatan Belanda.

Terobosan pada konstruksi penahan gelombang Oosterschelde adalah upaya mempertahankan kualitas ekologis muara sungai dengan penggunaan gerbang yang dapat dibuka-tutup. Pada kondisi normal, gerbang baja dibuka sehingga memungkinkan percampuran arus laut dan sungai. Pada situasi bahaya, ketika muka air laut naik melebihi ambang batas, gerbang ini secara otomatis ditutup dengan sistem hidrolik sehingga berfungsi seperti dam penahan air laut. Pada saat ini beda ketinggian antara muka air laut dan sungai bisa mencapai 3 meter.

Konstruksi penahan gelombang Oosterschelde terdiri dari 62 gerbang baja dengan bentang terbesar adalah 12 meter dan berat sekitar 480 ton. Seluruh gerbang baja tersebut disangga oleh 63 struktur beton penyangga (pier) raksasa. Setiap pier memiliki ketinggian bevariasi antara 30-38 meter dan berat sekitar 18.000 ton. Selain menyangga gerbang baja, pier-pier ini juga dirancang sebagai penyangga jalan (jembatan) yang melintas di atasnya yang menghubungkan daratan di kedua ujung konstruksi ini. Uniknya juga, desain struktur beton dari tiap segmen jalan dibuat berongga, dan bagian rongga yang menerus ini dimanfaatkan sebagai lorong pameran. Lanjutkan membaca ‘Integrasi Fungsi pada Infrastruktur Penangkal Banjir’

Biofilm untuk Stabilisasi Bangunan agar Tahan Gempa

Gempa di Jogja dan Jawa Tengah tanggal 27 Mei 2006 tahun lalu telah mengakibatkan banyak korban jiwa. Ribuan nyawa melayang dan luka parah karena tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh. Pengamat menengarai keadaan tanah Jogja dan Jateng yang berpasir serta kondisi bangunan dan rumah yang rapuhlah yang banyak menyebabkan banyak korban luka parah atau meninggal terkubur puing-puing bangunan.

Ketika gempa datang, guncangan akan menyebabkan tanah bergerak secara dahsyat, dan kekuatan yang besar mengakibatkan tanah merekah sehingga dapat membuat bangunan yang kokoh sekalipun ambruk. Sekarang ini, cara umum yang dipakai untuk menstabilkan bangunan di tanah yang rentan gempa seperti tanah pasir adalah dengan cara mengalirkan semen di bawah tanah di mana terdapat bangunan. Akan tetapi semen kadang membeku secara tidak merata sehingga kurang sempurna dalam menstabilkan bangunan.

Para peneliti sampai sekarang melakukan penelitian untuk mendirikan bangunan yang beresiko kecil untuk roboh ketika terjadi gempa. Salah satu yang sangat menarik dan inovatif adalah dengan memanfaatkan biofilm. Lanjutkan membaca ‘Biofilm untuk Stabilisasi Bangunan agar Tahan Gempa’

Mengamati Pengaruh HIV pada Kesuburan Pria

Pada milenium ini penyakit AIDS merupakan ancaman kehidupan bagi miliaran manusia dikarenakan jumlah penderitanya yang semakin meningkat tapi pengobatannya belum terjangkau oleh semua lapisan masyarakat terutama di negara-negara berkembang.

Infeksi HIV di Indonesia sudah merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus. Menurut Dirjen P2MPLP Depkes RI, secara akumulatif sejak April 1987 sampai Maret 2004, tercatat 4.159 kasus HIV/AIDS di Indonesia. Dari kasus tersebut 2.746 adalah HIV, 1.413 AIDS, serta 493 lainnya meninggal dunia. Menurut data Menteri Kesehatan RI jumlah kasus infeksi HIV/AIDS di negeri kita sampai akhir Desember 2002 sekitar 80.000 sampai 120.000 kasus [1, 2].

Penyakit AIDS disebabkan oleh infeksi virus HIV, yaitu sejenis lentivirus dalam famili retrovirus.  Ada dua jenis virus HIV yang menginfeksi manusia, yaitu: virus HIV tipe1 (HIV-1) dan virus HIV tipe 2 (HIV-2).  HIV-1 paling banyak ditemukan pada kasus AIDS di dunia [3]. HIV-1 dapat ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga perhatian terhadap penyakit AIDS sangat besar terutama pada pasangan pengidap HIV yang memilih meneruskan keinginan bereproduksi [4].

Namun bagaimana pengaruh HIV terhadap fertilitas atau kemampuan bereproduksi kini masih terus diteliti.  Pembahasan dalam tulisan ini berkisar pada penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pengaruh HIV terhadap fertilitas atau kemampuan reproduksi pada pria [4]. Lanjutkan membaca ‘Mengamati Pengaruh HIV pada Kesuburan Pria’

Mengenal Bioteknologi

Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.

Perubahan sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut menyebabkan “lahirnya organisme baru” produk bioteknologi dengan sifat-sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi, antara lain:

* Jagung resisten hama serangga
* Kapas resisten hama serangga
* Pepaya resisten virus
* Enzim pemacu produksi susu pada sapi
* Padi mengandung vitamin A
* Pisang mengandung vaksin hepatitis Lanjutkan membaca ‘Mengenal Bioteknologi’

Mengenal Demensia pada Lanjut Usia

Lanjut Usia (Lansia) tidak identik dengan pikun dan perlu diketahui bahwa pikun bukanlah hal yang normal pada proses penuaan. Lansia dapat hidup normal tanpa mengalami berbagai gangguan memori dan perubahan tingkah laku seperti yang dialami oleh Lansia dengan demensia (dementia: red). Sebagian besar orang mengira bahwa demensia adalah penyakit yang hanya diderita oleh para Lansia, kenyataannya demensia dapat diderita oleh siapa saja dari semua tingkat usia dan jenis kelamin (Harvey, R. J. et al. 2003). Tulisan ini akan menitikberatkan pada demensia yang diderita oleh Lansia dan perawatan yang dapat dilakukan keluarga sebagai support system yang penting untuk penderita demensia.

Pengertian Demensia
Demensia dapat diartikan sebagai gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi aktifitas sehari-hari. Penderita demensia seringkali menunjukkan beberapa gangguan dan perubahan pada tingkah laku harian (behavioral symptom) yang mengganggu (disruptive) ataupun tidak menganggu (non-disruptive) (Volicer, L., Hurley, A.C., Mahoney, E. 1998). Grayson (2004) menyebutkan bahwa demensia bukanlah sekedar penyakit biasa, melainkan kumpulan gejala yang disebabkan beberapa penyakit atau kondisi tertentu sehingga terjadi perubahan kepribadian dan tingkah laku.

Lanjutkan membaca ‘Mengenal Demensia pada Lanjut Usia’

Bermain Dadu dan Piramida Kode Genetika

Ke hadapan Faruq disodorkan urutan DNA sebagai berikut : ATGGAGGGCGGGCTGGGGCGTGCTGTGTGCTTGCTGACCGGGG CCTCCCGCGGCTTCGGCCGGACGCTGGCCCCGCTCCTGGCCTCG CTGCTGTCGCCCGGCTCCGTGCTTGTCCTTAGCGCCCGCAACGA CGAGGCACT…., sejurus kemudian Faruq telah selesai menerjemahkan ke dalam urutan asam aminonya : metionin, glutamat, glisin,…dan hasil bacaannya segera dikirim balik kepada pemesannya beserta tagihan bayarannya. Faruq pun bersorak dan puas dengan hasil kerjanya.

Rangkaian peristiwa tersebut tidaklah terjadi di laboratorium canggih, atau di perusahaan bioteknologi dan Faruq pun bukan seorang profesor pakar genetika ataupun analis laboratorium bioteknologi tapi itu merupakan suasana ruang bermain di sebuah sekolah dasar. Faruq adalah salah seorang murid kelas 1 disekolah tersebut.

Mereka sedang bermain dadu dan piramida kode genetika, suatu kode yang sangat penting dalam bioteknologi. Permainan ini tentu adalah permainan yang sangat mudah dilakukan. Alat yang digunakan pun sangat sederhana dan bisa dibuat sendiri dengan bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita.

Lanjutkan membaca ‘Bermain Dadu dan Piramida Kode Genetika’

Protein Anti-Kanker dari Tembakau

Siapa sangka bahwa tanaman tembakau yang biasanya dijadikan bahan dasar rokok -sang penyebab kanker- , ternyata dapat pula menghasilkan protein anti-kanker. Anti-kanker dari tembakau ini diungkapkan oleh peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Arief Budi Witarto M.Eng. yang baru beberapa pekan lalu (Rabu, 13 Juni) terpilih sebagai penerima penghargaan Fraunhofer-DAAD-Award 2007 dari Jerman untuk riset tentang tembakau molecular farming.

Arief telah menekuni bidang pertanian molekuler alias molecular farming sejak 2003 bersama timnya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proyek ini telah melahirkan perkebunan molekuler di Cibinong Science Center yang akhirnya mengantarkannya memperoleh penghargaan dengan nama Technopreneur Award 2007. Kini Arief berkesempatan melakukan penelitian bersama di salah satu Fraunhofer Institut di Jerman. DAAD akan memberikan beasiswa selama empat bulan kunjungan penelitian tersebut.

Dengan penelitian ini, dalam waktu tiga tahun, direncanakan sudah diperoleh hasil yang dapat dilanjutkan untuk produksi tingkat industri oleh PT Kimia Farma, Tbk. Melalui hasil penelitian ini diharapkan harga obat-obat biofarmasetik penting dapat lebih dijangkau oleh masyarakat luas.

Lanjutkan membaca ‘Protein Anti-Kanker dari Tembakau’

Activation Tagging: Perangsang Ekspresi Gen Secara Acak pada Padi

Era pengungkapan sekuen genom padi telah berlalu. Tantangan yang ada sekarang adalah bagaimana mengidentifikasi fungsi biologi dari beribu-ribu gen tersebut. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk menemukan fungsi gen. Pendekatan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara merusak atau mengganggu suatu gen dan selanjutnya melihat efek yang ditimbulkan dari kerusakan tersebut. Beberapa metode telah dikembangkan untuk tujuan ini seperti menggunakan mutagen (penyebab mutasi) ethyl methanesulfonate (EMS) dan/ atau insersi transfer-DNA (T-DNA). Insersi T-DNA, terutama pada padi, telah dijelaskan pada edisi yang lalu. Pada insersi T-DNA, suatu gen dikondisikan dalam keadaan “KO” sehingga tidak terekspresi, kemudian efeknya bisa dilihat pada penampakan fenotip.

Selain teknik T-DNA tagging, ada teknik lain yang merupakan perkembangan dari T-DNA tagging itu sendiri yaitu activation tagging. Activation tagging bisa dikatakan sebagai metode yang sedikit bersebrangan dengan T-DNA tagging. Karena melalui pendekatan ini, suatu gen dikondisikan dalam keadaan over atau redundant (berlebih). Dari teknik ini, bisa dilihat efek apa yang akan timbul setelah suatu gen mengalami ekspresi yang berlebihan. Meskipun sistem activation tagging telah secara luas digunakan pada Arabidopsis, kegunaannya pada tanaman padi masih belum banyak muncul. Maka kemungkinan penggunaan activation tagging pada padi perlu diaplikasikan. Hal inilah yang memberikan inspirasi An Gynheung, ilmuwan Korea, untuk membuat suatu konstruksi vektor untuk menghasilkan galur activation tagging pada padi.

Lanjutkan membaca ‘Activation Tagging: Perangsang Ekspresi Gen Secara Acak pada Padi’

Keseimbangan Kalsium Penting untuk Cegah Osteoporosis

Kejadian osteoporosis perlu diwaspadai karena dilihat dari penyebabnya yang multifaktor, sebagian masyarakat kita telah menjadi kelompok beresiko terhadap penyakit ini. Namun problem sekunder yang sering terjadi adalah akibat penyusutan tulang yang tidak teramati efeknya, berupa timbulnya gejala rasa nyeri, kelainan bentuk tulang, tinggi badan tidak tumbuh maksimal, dan retak tulang.

Osteoporosis secara harfiah dapat diartikan tulang porous (berongga), yaitu keadaan di mana masa tulang berkurang dan menjadi rapuh.  Pada kondisi tersebut komposisi tulang barangkali tidak berubah, tetapi berat tulang per unit volume menjadi berkurang.  Pada stadium lanjut penderita osteoporosis akan mudah mengalami patah tulang jika terbentur atau jatuh, terutama pada bagian tangan, pinggang, dan tulang belakang.

Berdasarkan hasil analisa data Risiko Osteoporosis pada tahun 2005 yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi dan Makanan Depkes yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan nutrisi di 16 wilayah Indonesia.  Prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) di Indonesia sebesar 41,7 persen.  Data ini berarti bahwa dua dari lima penduduk Indonesia memiliki risiko untuk terkena osteoporosis.  Angka ini lebih tinggi dari prevalensi dunia, yakni satu dari tiga orang berisiko osteoporosis (Republika Online, 5 Desember 2006).

Lanjutkan membaca ‘Keseimbangan Kalsium Penting untuk Cegah Osteoporosis’

Mikroskop dan Teknologi Nano

Scanning probe microscope, yang sering disingkat dengan nama SPM, adalah generasi baru mikroskop sesudah mikroskop elektron. SPM mempunyai kualitas yang menakjubkan, yaitu resolusi tinggi baik pada arah horisontal maupun vertikal sehingga memungkinkan untuk melihat struktur sekecil atom. Apa itu resolusi? Resolusi adalah seberapa pendek jarak antara 2 titik berdekatan yang bisa dilihat oleh mikroskop. Itulah sebabnya, resolusi merupakan parameter penting yang menentukan kualitas mikroskop. Mikroskop elektron mempunyai resolusi yang tinggi secara horizontal, tetapi resolusinya rendah pada arah vertical. Sedangkan pada dunia level atom, atom sendiri berdimensi tiga (koordinat X, Y dan Z), sehingga untuk observasi pada level atom diperlukan resolusi tinggi baik pada arah horizontal maupun vertikal. Nah, disinilah letak kelebihan SPM dibanding mikroskop elektron.
Lanjutkan membaca ‘Mikroskop dan Teknologi Nano’

Ada “Dua Kutub” di Samudera Hindia

El Nino disebut-sebut sebagai biang keladi “ekspor asap” ke negara-negara tetangga akibat kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan pada medio Agustus-September 2006 yang lalu. El Nino merupakan salah satu bentuk penyimpangan cuaca yang dapat menimbulkan petaka kekeringan di sebagian besar wilayah Asia, termasuk Indonesia. Penyimpangan cuaca yang paling ditakuti para pelaku industri pertanian ini, merupakan hasil interaksi antara permukaan samudera dan atmosfer di kawasan Samudera Pasifik sekitar garis khatulistiwa (daerah tropis). Sesuai dengan namanya yang dalam bahasa Spanyol berarti Si Anak Kecil atau biasa juga disebut sebagai Si Anak Natal, fenomena penyimpangan iklim ini terjadi di akhir tahun (Desember-Januari). Dengan mencermati karakteristik El Nino, agaknya kurang tepat jika kita mengaitkan anomali iklim yang terjadi pada bulan Agustus-September 2006 yang lalu adalah akibat ulah El Nino. Lantas, apa yang menjadi penyebab kekeringan hebat yang melanda Indonesia di tahun 2006 yang lalu? Artikel ini akan sedikit mengupas satu bentuk penyimpangan cuaca yang berasal dari Samudera Hindia. Penyimpangan cuaca ini disebut sebagai peristiwa terbentuknya dua kutub (Indian Ocean Dipole).
Lanjutkan membaca ‘Ada “Dua Kutub” di Samudera Hindia’

Tinggalkan Tepung Impor, Pilihlah Tepung Lokal

Memilih terigu menjadi alternatif pangan pokok, ternyata bukan pilihan yang dapat menyelesaikan masalah, tetapi terbukti menimbulkan masalah baru yang tidak kalah pelik. Saat ini industri yang berbahan baku terigu, baik industri besar maupun industri kecil, serta konsumen rumah tangga yang sudah tergantung terigu makin menjerit, karena harga terigu yang terus melambung. Untuk menekan kenaikan tepung terigu, tentu bukan pekerjaan yang mudah, karena tepung terigu adalah produk impor, yang ketergantungan dengan negara pengekspornya cukup besar.

Tetapi mengganti secara serentak tepung terigu tentu juga sangat tidak mungkin, karena berhubungan dengan daya terima pengguna tepung terigu selama ini, serta kesiapan produk penggantinya. Perlu dibuat kebijakan yang mendasar, dengan perencanaan yang matang dan bertahap, untuk bisa menggantikan tepung terigu sebagai produk impor dengan tepung lokal. Pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Jangka pendek, pemerintah harus bisa menekan kenaikan harga tepung terigu. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang cepat dan harus berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yaitu pembebasan bea masuk dan pencabutan Standar Nasional Indonesia (SNI) Tepung terigu (kebijakan yang kedua akan direvisi lagi, SNI akan diberlakukan lagi mulai April 2008 dengan beberapa revisi). Hanya sangat disayangkan, keputusan ini terkesan terburu-buru, dan kurang melibatkan banyak pihak, sehingga menimbulkan pro-kontra yang cukup hebat.
Lanjutkan membaca ‘Tinggalkan Tepung Impor, Pilihlah Tepung Lokal’

Kedokteran Nuklir Ramah Lingkungan

Bagi sebagian orang, teknologi nuklir dapat memunculkan perasaan ngeri dan takut. Hal ini dapat difahami karena memang teknologi ini muncul ke pentas peradaban dalam sosok yang mengerikan di Hiroshima dan Nagasaki. Padahal sebenarnya teknologi nuklir telah memberikan kontribusi besar dalam kehidupan baik secara langsung maupun tidak langsung di bidang kesehatan, energi, industri, pertanian, pertambangan dan sebagainya.

Di bidang kesehatan, teknologi nuklir telah memberikan kontribusi besar dalam pencitraan (imaging) organ tubuh. Dilaporkan bahwa di Jepang nilai ekonomi pencitraan organ tubuh menggunakan nuklir mencapai 1,1 milyar dollar AS, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 2,1 milyar dollar AS. Radioisotop teknesium-99m merupakan radioisotop utama di bidang pencitraan nuklir dengan porsi kontribusi sekitar 80%. Hal ini didasari oleh sifat radioisotop teknesium-99m yang memiliki waktu paruh yang pendek hanya 6 jam, hanya memancarkan radiasi gamma dengan energi rendah sebesar 140 keV, tidak memancarkan partikel bermuatan dan dapat diperoleh dalam bentuk bebas pengemban. Oleh karenanya radioisotop ini dapat digunakan untuk pencitraan dengan dampak radiasi yang kecil bagi tubuh. Saat ini radioisotop ini telah digunakan untuk pencitraan jantung, otak, ginjal, hati dan tulang untuk menemukan kelainan kelainan yang ada di dalamnya.
Lanjutkan membaca ‘Kedokteran Nuklir Ramah Lingkungan’


IP

Jakarta

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Image Hosting by Picoodle.com

a

Blog Stats

  • 203,055 hits