Arsip untuk April 11th, 2008

Master Cheng Yen BerceritaBurung Berkepala Dua

Ada seekor burung berkepala dua. Diantara kedua kepalanya harus ada satu yang beristirahat (si tidur), satunya lagi tetap sadar dan berjaga jaga (si sadar).?
Salah satu dari kepalanya sangat suka tidur, maka seringkali kepala yang satunya lagi harus tetap dalam keadaan sadar dan waspada
Pada saat tibanya untuk makan, si sadar si tidur untuk makan bersama, setelah makan si tidur melanjutkan tidurnya kembali.
Dan si sadar itu pun juga tidak keberatan dan selalu berjaga-jaga. Pada suatu hari, si sadar berkata “Hei ! Saya sudah lelah dan ingin tidur, tugas berjaga-jaga diserahkan padamu!”
Lanjutkan membaca ‘Master Cheng Yen BerceritaBurung Berkepala Dua’

Master Cheng Yen Bercerita Raja Kera

Sekelompok kera bersama-sama pergi meninggalkan tempat tinggal mereka dan secara tidak sengaja memasuki kebun buah-buahan Kaisar. Bagaimana Raja Kera menyelamatkan mereka?

Pada suatu ketika, sekelompok kera tinggal jauh di dalam hutan di sebuah daerah pegunungan. Hutan itu menyediakan semua kebutuhan mereka; pohon-pohon yang menghasilkan berbagai jenis buah, hasil panen yang melimpah ruah, dan aliran sungai yang menyuburkan pegunungan. Musim yang berganti dengan teratur membuat tempat tinggal mereka terjaga dengan baik. Di bawah kepemimpinan Sang Raja Kera, para kera hidup bersama dengan damai dan harmonis.
Tapi pada suatu ketika, hujan berhenti turun. Musim berlalu tanpa ada perubahan, dan beberapa tahun kemudian, tempat tinggal mereka yang dulunya hijau subur berubah menjadi tandus kecoklatan. Hutan itu tidak lagi menghasilkan makanan yang cukup buat mereka. Merasa tidak ada pilihan, sekelompok kera pun memutuskan untuk keluar secara diam-diam dari tempat tinggal mereka untuk mencari makan.

Pada suatu hari, kera-kera itu sampai di sebuah kebun yang penuh dengan buah-buahan. Buah-buahan yang matang, segar dan ranum terlihat menggantung di setiap cabang pepohonan. Didorong oleh rasa lapar yang luar biasa, kera-kera itu berlarian menuju kebun buah dan memakan dengan lahap buah-buahan yang ada. Kera-kera itu tidak mengetahui bahwa itu adalah kebun buah kesayangan milik kaisar.
Lanjutkan membaca ‘Master Cheng Yen Bercerita Raja Kera’

Master Cheng Yen Bercerita MENYELAMATKAN BURUNG-BURUNG DENGAN KEBIJAKSANAAN

Suatu ketika, seekor raja burung memimpin rombongannya yang terdiri dari lima ratus ekor burung untuk mencari makanan di luar istana. Mereka tanpa sengaja terbang melewati batas dan memasuki kebun milik seorang kaisar. Mendengar bahwa lima ratus ekor burung sedang berkeliaran di kebunnya, Sang Kaisar berpikir hal ini pasti akan menjadi pemandangan yang menakjubkan. Lalu, ia pun memerintahkan para pelayannya untuk menebar jala di atas kebun untuk menangkap burung-burung tersebut ketika mereka akan terbang kembali.

Burung-burung itu tidak tahu bahwa kaisar sudah memerintahkan agar jala dipasang di sana. Oleh karenanya, ketika mereka terbang, semua burung tertangkap.Dengan gembira, Sang Kaisar memerintah para pelayannya untuk memberi makan burung-burung itu dengan beras setiap hari. “Jika mereka sudah cukup gemuk, masaklah mereka sehingga saya dapat menyiapkan pesta untuk semua menteri!” demikian titah Sang Kaisar.
Lanjutkan membaca ‘Master Cheng Yen Bercerita MENYELAMATKAN BURUNG-BURUNG DENGAN KEBIJAKSANAAN’

Master Cheng Yen Bercerita Satu Panah, Tiga Nyawa

Shan adalah seorang pemuda yang baik hati. Orang tuanya buta dan sudah tua. Agar kehidupan kedua orang tuanya lebih baik dan untuk menemukan tempat yang cocok untuk mengembangkan kehidupan spiritualnya, Shan membangun sebuah pondok beratap jerami di gunung dan mengajak mereka tinggal di sana. Ketiganya hidup dengan tenang dan bahagia.
Setiap hari, Shan membawa pulang buah-buahan dan sayuran untuk dimakan kedua orang tuanya. Selanjutnya, ia mengambil air dari sungai di dekat tempat tinggal mereka yang mengalir tiada henti serta menghidupi tumbuhan dan hewan yang tak terhitung banyaknya di hutan. Pada suatu hari, Shan seperti biasanya pergi ke sungai mengambil air. Dia memanjakan matanya dengan memandangi pepohonan dan padang rumput yang tumbuh subur di sekelilingnya, menghirup udara yang segar, dan mendengarkan kicauan burung yang merdu. Dia sangat mensyukuri berkah yang dihasilkan alam.
Lanjutkan membaca ‘Master Cheng Yen Bercerita Satu Panah, Tiga Nyawa’

Master Cheng Yen Bercerita Sang Pertapa dan Sang Raja

Dahulu kala ada seorang putra mahkota. Ia sangat akrab dengan adiknya. Setelah ayah mereka meninggal, masing-masing dari mereka menginginkan untuk menyerahkan kekuasaan kepada satu sama lain. Sang adik merasa kedewasaan kakaknya membuatnya pantas menjadi raja yang berkuasa, tetapi kakaknya ingin menyerahkan kekuasaannya sehingga ia dapat menjadi praktisi rohani.

Akhirnya, sang pangeran menyerahkan kekuasaannya kepada adiknya dan meninggalkan kota kerajaan. Meskipun isterinya tidak rela untuk menyerahkan kekuasaan dan kemewahan kehidupan kerajaan, namun ia tidak mempunyai pilihan, selan harus mengikuti suamnya. Mereka berkelana melewati gunung-gunung dan lembah-lembah dan akhrinya menetap di lembah pengunungan. Di sana mereka memulai hidup yang keras.
Lanjutkan membaca ‘Master Cheng Yen Bercerita Sang Pertapa dan Sang Raja’


IP

Jakarta

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Image Hosting by Picoodle.com

a

Blog Stats

  • 203,055 hits